Penasaran! Itu yang membuat saya akhirnya ikut acara jalan-jalan ke Trans Studio Bandung sebagai pendamping para siswa yang juga berangkat ke sana. Kebetulan, pihak TSB mengadakan program cash back bagi para pelajar yang tertarik berlibur ke TSB dengan catatan memenuhi kuota 100 orang peserta. Dengan akomodasi 2 bis besar dan 1 bis kecil, kami berangkat menuju Bandung sekitar pukul 7.15 pagi dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.00.

trans studio

Sampai di sana, mata kami langsung tertuju pada wahana yang disebut roller coaster karena memang berada di luar gedung. Wahana ini seakan ingin menyampaikan pesan bahwa arena di TSB sangat menegangkan sekaligus menantang keberanian kita untuk menikmatinya. Bisik-bisik pun terdengar apakah kami berani menaiki wahana tersebut.

Antrian panjang mewarnai jalan masuk ke arena TSB yang juga berada satu atap dengan Trans Mall. Dengan tiket masuk normal seharga 250 ribu, pengunjung bisa menikmati semua wahana yang tersedia yang berjumlah sekitar 20 wahana, dengan rincian 10 wahana ada di Studio Central dan 10 wahana lainnya termasuk ke dalam Magic Corner.

Kalau saja setiap pengunjung bisa menikmati keduapuluh wahana tersebut, maka tiket masuk seharga 250 ribu itu bisa dibilang worth-buying, dengan kalkulasi 1 wahana seharga 12.500 rupiah saja. Itu kalau bisa menikmati semua wahana yang ada. Sayangnya, dengan antrian panjang di setiap arena (kecuali roller coaster yang memang lebih sedikit peminat karena tingkat keekstrimannya yang tinggi), hampir membutuhkan waktu 30-45 menit berdiri, rasanya sulit bagi setiap pengunjung untuk menikmati semuanya.

(Eits, tapi bagi anda yang memiliki cukup uang, Anda bisa dengan mudah menikmati semuanya tanpa harus antri! Ternyata disana ada yang namanya VIP Access. Dengan membayar 250 ribu lagi, maka anda akan memiliki kartu pass yang bisa digunakan untuk menghindari antrian panjang! Sementara pengunjung lain harus bertahan berdiri selama 30 hingga 45 menit, maka pemilik VIP Access akan langsung melaju tanpa penghalang!)

Dengan jam operasi yang dimulai dari pukul 10.00 hingga 09.00 malam, tentu hanya sebagian kecil pengunjung saja yang mampu menikmati semua wahana, itupun seandainya mereka memiliki keberanian untuk mencoba semua wahana. Jika tidak, maka tiket seharga 250 ribu itu akan terasa sangat mahal. Dari yang saya tahu, salah satu rekan saya hanya bisa menikmati 7 wahana. Dan itu jumlah terbanyak dibandingkan rekan-rekan saya yang lainnya.

Saya sendiri? Hanya bisa menikmati satu wahana saja. Ternyata, putra saya tidak memiliki cukup nyali untuk bisa menikmati setiap wahana yang ditawarkan. Alhasil, kami berdua hanya naik Transcar Racing. Itupun sambil mogok di tengah jalan karena saya tidak memiliki keahlian untuk bisa menyetir mobil. Untungnya dengan susah payah, kami berhasil kembali ke posisi awal.

Kesan SANGAT mahal semakin terasa ketika kami ditawarkan untuk mencetak foto atau tidak. Jadi, di setiap wahana sudah stand by para fotografer yang akan mengabadikan aksi para pengunjung. Lalu kami diberikan kertas seperti struk pengambilan foto. Saya pikir itu foto akan gratis, atau kalaupun mesti membayar, paling mahal ya 25 ribu saja. Tak tahunya, satu lembar foto senilai 100 ribu rupiah! WOW sekali pembaca! Demi anak, akhirnyalah saya cetak juga tuh foto.

Sistem pembayaran dengan mega cash juga cukup membuat repot para pengunjung perdana. Beli kartu 10 ribu, lalu harus isi deposit, barulah kita bisa membeli makanan/minuman atau souvenir yang diinginkan. Dengan harga yang bisa 3 kali lipat harga normal, jajan di dalam trans studio berasa mencekik leher!

Ada kejadian tidak menyenangkan yang dialami salah seorang rekan saya. Ketika dia akan membeli makanan secara cash, dia ditolak. Harus menggunakan mega cash. Terpaksalah ia membeli mega cash dan mengisi sejumlah 50 ribu. Total isi deposit mega cardnya sebesar 60 ribu rupiah. Setelah mega cash ditangan, ia pun memesan makanan. Sesampainya di counter, mega cash tidak bisa dipakai dengan alasan mesinnya rusak! Ia pun diminta membayar secara cash. Kontan saja , rekan saya tidak terima. Dia tidak mau membayar dengan cash karena sebelumnya ditolak. Kini, ketika dia sudah membeli mega cash, dia harus membayar cash karena mesin rusak. Petugas cashiernya malah menyarankan rekan saya untuk menggunakan mega cash nya untuk membeli yang lain, semisal souvenir. Rekan saya tetap tidak berminat, dan akhirnya manajer nya turun tangan dan rekan saya diijinkan untuk membayar menggunakan mega cash tersebut.

Selain system pembayaran yang rumit, harga-harga souvenir di trans studio store nya juga bisa dibilang sangat mahal. Harga satu buah bantal mencapai 120 – 150 ribu rupiah. Bahkan harga jam waker standar saja mencapai 150 ribu! Akhirnya saya ajak putra saya mencari di mall nya saja.

Sebenarnya ada satu wahana yang cukup bagus untuk sarana belajar, yaitu science center. Banyak hal menarik yang disajikan namun masih sangat minim dibandingkan wahana rekreasinya. Putra saya cukup menikmati sajian di science center. Ini salah satu nilai positif dari TSB, walaupun akan lebih baik jika sajiannya diperbanyak. Plus, selain science center, akan sangat menarik jika terdapat juga social center, language center, dan lain-lain.

trans studio-science

Kesan terakhir saya untuk TSB adalah ini tempat rekreasi yang cukup mahal dan lumayan ribet! Jika anda tidak cukup beruang, rasanya lebih baik anda menikmati tempat wisata yang lain saja. Apalagi jika tidak memiliki cukup nyali untuk menikmati setiap wahana. Sayang uangnya!😀 Bagi saya, minimal saya sudah tidak penasaran lagi dengan TSB dan lumayan menikmati wisata berfotonya.

Not Recommended!

Anyway, Happy Holiday J