Search

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Month

January 2013

Pandang Dirimu [Tinggi]

Episode Mario Teguh Golden Ways semalam, membuat saya teringat akan pengalaman saya. Tentang bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri atau istilah kerennya “how you see yourself”. Dalam berbagai hal, cara pandang seseorang akan sangat berpengaruh terhadap banyak hal. Misalnya: ketika kita memandang diri kita sebagai orang yang istimewa, maka keistimewaan itulah yang akan kita dapat. Sebaliknya, jika memandang diri kita sebagai orang biasa-biasa saja, maka hal biasa pula yang akan ia raih. Continue reading “Pandang Dirimu [Tinggi]”

Metode Sentra, Apa Itu?

Mengawali tahun 2013, akhirnya IGI Bekasi kembali menunjukkan taringnya. Hari ini, 27 Januari 2013, perdana di tahun 2013, IGI Bekasi mengadakan seminar yang bertajuk “Pendidikan Karakter dengan Metode Sentra”. Pembicara kali ini adalah Bapak Yudhistira Massardi beserta istri, Ibu Siska Yudhistira Massardi. Mereka adalah penulis buku dengan judul yang sama. Continue reading “Metode Sentra, Apa Itu?”

Di Bahumu Aku Tertidur

Malam kian pekat

Jaket tebal tiga lapis tak lagi mampu menahan dingin

Gigiku sudah mulai menggeretak

Asap mengepul dari nafasku yang sudah tersengal-sengal Continue reading “Di Bahumu Aku Tertidur”

Alasan Lelaki Belum Mau Menikah

Akhir-akhir ini saya sering berbincang dengan teman-teman baru saya. Perbincangan kami cukup seru dan menyenangkan. Dari obrolan seputar kebiasaan, hobi dan kerjaan, bahasan tentang kehidupan, hingga filosofi hidup. Usia mereka rata-rata berkisar 28 hingga 30 tahun. Masing-masing individu sangat lah berbeda. Tapi, ada satu kesamaan dari mereka. Ya, sama-sama masih jomblo! Alias masih senang melajang. Continue reading “Alasan Lelaki Belum Mau Menikah”

Banjir Juga Menyenangkan!

Ini tahun pertama kami menikmati guyuran hujan deras di rumah baru. Sebenarnya kami hanya pindah RT saja. Sebelumnya di RT 002, saat ini di RT 001. Jadi hanya beda beberapa ratus meter saja dari rumah lama yang rencananya akan dialihfungsikan menjadi kos-kosan. Tapi perbedaan jarak ratusan meter ini membawa perbedaan yang cukup berarti. Perbedaan yang mencolok terjadi saat hujan deras mulai mengguyur seluruh wilayah Jakarta, Bekasi dan sekitarnya. Dan tentu tidak heran bahwa setiap hujan deras, banjir akan selalu mengintai. Continue reading “Banjir Juga Menyenangkan!”

Ketika Cinta Datang Bertiga

Suatu sore yang melelahkan. Jenar baru saja tiba di rumah setelah mengikuti pelatihan sehari penuh. Menjadi kebiasaan baginya mempreteli segala yang ada di badan hingga tersisa pakaiannya saja. Seharian memakai kerudung membuat keringatnya mengalir deras. Tapi tentu ia tidak mengeluhkan itu. Karena keputusannya untuk berkerudung pun muncul dari hati kecilnya yang paling dalam. Ia merasa, sejak berhijab, kepercayaan dirinya meningkat. Ia bahkan merasa tampak lebih modis dengan hijabnya. Continue reading “Ketika Cinta Datang Bertiga”

Air Mengambil Alih Jalan

Hujan sudah mengabarkan kehadirannya sejak semalam. Belumlah banyak manusia terlelap di mimpinya, ia hadir dengan bunyi yang membahana di atap rumah. Deras dan tak terhentikan. Hujan mulai sedikit mereda di dini hari berikutnya. Belum tampak tanda-tanda ia akan meninggalkan bumi pertiwi. Bahkan hingga pagi dimana banyak manusia mulai beraktifitas, rintik-rintik hujan seolah ingin menemani. Jadilah kesibukan pagi ini meningkat luar dari biasa. Continue reading “Air Mengambil Alih Jalan”

Bromo di Hati, Semeru Masih Mimpi

Perjalanan kereta kali ini menuju Malang agak sedikit terganggu. Kantuk yang mendera membuat mataku harus dipejamkan. Sayang beribu sayang. Saya harus berbagi bangku kereta dengan putra saya yang tidur merebahkan diri di bangku. Otomatis, saya hanya kebagian ujung bangku sedikit saja. Mau ikutan tidur di lantai kereta, gak ada persiapan sama sekali. Gak ada koran bekas, ga sewa bantal dan selimut pula. Yah, demi anak, pengorbanan ini harus dijalani. Akhirnya, gaya tidur pun sudah berganti beberapa kali. Namun, walaupun sering harus terbangun mencari posisi tidur yang nyaman, saya pun lumayan bisa memenjamkan mata hingga kereta tiba di stasiun Malang Baru sekitar pukul 4 pagi. Continue reading “Bromo di Hati, Semeru Masih Mimpi”

Ngraton Jogja

Hari terakhir di Jogja.

Cek out hotel jam 12 siang. Akhirnya memilih berdiam di kamar hotel sambil packing. Mau nyobain mie ayam depan hotel yang mengundang selera. Dan ternyata, memang enak. Ditambah krupuk usus, rasanya makin maknyus! Gak penasaran lagi deh. Continue reading “Ngraton Jogja”

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: