Tak ada yang berani padaku

Menggangguku

Bersiul padaku

Mencolek tubuhku

Karena bapakku preman

 

Setiap melakukan perjalanan

Kami aman tanpa beban

Bahkan polisi sungkan pada kami

Karena bapakku sangar

 

Ada yang berani mabok di depannya

Tak ragu, tangan melayang

Ada yang berani main2 dengannya

Tak ayal, gertakan terlontar

Karena bapakku keras

 

Tapi tahukah kawan Bapakku penolong sejati

Ketika ada anak tenggelam di kalimalang

Bapakku berenang mencari mayatnya

Ketika nenekku sakit

Bapakku penunggu paling setia di rumah sakit

 

Tahukah kawan

Sekeras apapun ia di luar

tak pernah tanggannya menyentuh kami

anak-anaknya

sepreman apapun ia di sana

tak pernah sedikitpun kata kasar keluar dari mulutnya

 

Bapakku preman tapi ia bapak paling hebat

Bapakku sangar

tapi ia bapak paling baik

Bapakku galak

tapi ia bapak paling penyayang

 

*kenangan setelah bapak wafat 10 tahun silam, i love u, pa😦