Search

Nunung Nuraida

merekam asa, rasa dan cerita

Month

December 2012

Bapakku Preman

Tak ada yang berani padaku

Menggangguku

Bersiul padaku

Mencolek tubuhku

Karena bapakku preman

 

Setiap melakukan perjalanan

Kami aman tanpa beban

Bahkan polisi sungkan pada kami

Karena bapakku sangar

 

Ada yang berani mabok di depannya

Tak ragu, tangan melayang

Ada yang berani main2 dengannya

Tak ayal, gertakan terlontar

Karena bapakku keras

 

Tapi tahukah kawan Bapakku penolong sejati

Ketika ada anak tenggelam di kalimalang

Bapakku berenang mencari mayatnya

Ketika nenekku sakit

Bapakku penunggu paling setia di rumah sakit

 

Tahukah kawan

Sekeras apapun ia di luar

tak pernah tanggannya menyentuh kami

anak-anaknya

sepreman apapun ia di sana

tak pernah sedikitpun kata kasar keluar dari mulutnya

 

Bapakku preman tapi ia bapak paling hebat

Bapakku sangar

tapi ia bapak paling baik

Bapakku galak

tapi ia bapak paling penyayang

 

*kenangan setelah bapak wafat 10 tahun silam, i love u, pa 😦

About 4 Skills

Awalnya sempat kecewa menerima undangan pelatihan hari ini. Bukan karena tidak ingin, karena saya termasuk pcnikmat seminar dan pelatihan. Bukan pula karena sudah bosan, karena ilmu akan selalu mencengangkan. Tapi jadualnya bentrok dengan jadual mini konser anak saya. Tapi, kalau pelatihan ditinggalkan, rasanya sayang sekali ya. Alhasil, saya berusaha untuk menjalani keduanya. Segera setelah anak saya tampil, saya langsung meluncur menuju lokasi pelatihan yang butuh waktu 1 jam untuk sampai di sana. Continue reading “About 4 Skills”

Anakku Terjebak di Facebook

Entah berawal dari mana, tanpa berpikir panjang, saya membuatkan akun facebook untuk anak saya. Kala itu usianya baru 5 tahun! Tepatnya, akun aktif sejak 19 Mei 2009. Yang pasti, ini lebih kepada kenarsisan saya sebagai ibu yang pingin anaknya ikut narsis juga. Benar-benar tidak patut ditiru nih. Continue reading “Anakku Terjebak di Facebook”

Aku Paling Suka Matamu

Kalau saja aku ditanya

“apa yang kau lihat dari seorang lelaki?”

Tanpa ragu, aku akan bilang

“matanya!” Continue reading “Aku Paling Suka Matamu”

Undangan

Warnanya hijau pupus. Tampak ukiran cantik menghiasi sisi kanannya. Terbungkus plastik bening, ada namaku di sana, dilekatkan menggunakan kertas label berwarna putih. Tulisan tangan yang cukup kukenal. Tulisan tangan yang setahun lalu selalu hadir di antara kumpulan surat-surat tagihan asuransiku. Hatiku berdesir. Deg-degan. Benarkah?  Continue reading “Undangan”

[Teacher Writing Camp] Mana Bukumu?

Ini kesekian kalinya saya menghadiri pelatihan menulis. Hasilnya? Obsesi menulis semakin menggebu. Kian hari, perasaan iri dengan para penulis sejati dan terkenal pun semakin menggelayuti. Impian memiliki buku  masih tetap terpatri dalam dada. Apalagi buku novel. Rasanya koq indah sekali jika sampai terwujud. Sudah terbayang buku saya didisplay di setiap toko buku terkenal. Banyak pembaca yang tertarik menikmati cerita dan kisah yang saya tuliskan. Bestseller? Wuih, rasanya bak melayang di atas awan. Saya dimintai tanda tangan di setiap buku-buku saya. Orang akan tersenyum, tertawa, terharu dan ikut menangis membaca kisah saya. Oh, mimpi yang indah sekali.  Continue reading “[Teacher Writing Camp] Mana Bukumu?”

Aku dan Anakku

Aku dan anakku

Bagaikan cermin

bukan pada fisik tentunyaa

karena kami berbeda gender Continue reading “Aku dan Anakku”

Apa Jadinya…

Apa jadinya kalau kamu dan aku bertemu?

Wah, pasti dunia menjadi seru dan cerah

Bak nyanyian burung di taman bunga

Senang menyanyikan lagi ceria Continue reading “Apa Jadinya…”

One Day No Rice

Pencanangan program “One Day No Rice” pada tahun 2010 yang dimulai di NTB ternyata belum seberhasil program Green Education. Ini dibuktikan dengan masih sedikitnya wilayah di tanah air yang benar-benar melaksanakan program tersebut. Salah satu yang cukup apresiatif terhadap program ini adalah wilayah kota Depok. Kota yang berada di selatan wilayah Jakarta ini sudah mulai menerapkan program One Day No Rice ini sejak tahun 2011. Memang masih berlaku di wilayah perkantoran pemerintahan atau PNS saja, namun pihak pemerintah kota Depok berharap, hal ini dapat diterapkan di seluruh wilayah pemerintahannya. Continue reading “One Day No Rice”

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: