Abad 21 menjadi abad yang penuh akan keajaiban. Bagaimana tidak, di abad inilah lahir satu penemuan yang mampu mengubah kebiasaan dan gaya hidup selurun umat manusia di muka bumi. Penemuan itu dikenal luas dengan istilah internet. Internet yang pada awalnya hanya berupa jarinngan antar kantor saja, kini sudah meluas menjadi jaringan antar dunia. Apa yang terjadi saat ini di belahan dunia lain, dapat dengan mudah terekam oleh kita. Singkatnya, internet menjadikan dunia tanpa batas!

Dalam perkembangannya, internet telah menjadi sarana silaturahim antar manusia yang paling canggih dan cepat. Kita dengan mudahnya bisa mengenal orang lain semudah membalikkan telapak tangan. Jangankan masih satu kota, yang beda negara saja, hitungan detik anda sudah bisa mengenal orang lain. Cara termudah berhubungan dan tersambung dengan orang dari berbagai belahan dunia adalah dengan adanya social media seperti facebook, twitter, linkedin, google plus, dan masih banyak lagi socmed yang menyediakan sarana gratis bagi pengguna internet yang ingin berbagi, terhubung dan saling menyapa dalam dunia maya.

Jutaan orang sudah menggunakan social media. Tak terbatas usia, jenis kelamin, status, latar belakang pendidikan, daerah, semuanya tumpag ruah di jejaring sosial. Banyak orang memanfaatkan social media ini untuk ajang saling mencari teman baru, dan terhubung kembali dengan kawan lama yang sudah sangat lama tak bersua. Hal ini tentu menjadi satu keuntungan yang sangat wah yang bisa kita manfaatkan dari kehadiran internet.

Sayangnya, belum semua pengguna internet, khususnya social media, yang memanfaatkan fasilitas interent secara cerdas. Sebut saja facebook. Alih-alih memanfaatkan untuk kebaikan, banyak orang menggunakan facebook untuk sekedar menyimpan dan menuliskan status yang bawaannya negatif terus. Mulai dari membenci dan mengumpat orang di facebook, menuliskan segala keluh kesah kehidupannya, hingga memasang status-status alay yang gak jelas. Bahkan tak sedikit pula facebookers, sebutan bagi orang yang memiliki akun facebook, yang mengupload foto-foto seksi dan kurang sopan.

Sebenarnya, kalau dilihat dari segi hak azasi manusia, ya sah-sah saja mereka mencantumkan apapun yang mereka suka di ranah publik seperti internet. Namun, mereka tidak memperhatikan dampaknya bagi diri mereka sendiri. [bukan orang lain], yang bahkan bisa menghancurkan kehidupan pribadi, sosial dan profesional mereka.

Hubungan pribadi.

Yang dimaksud dengan hubungan pribadi disini mengarah kepada hubungan khusus antara seseorang dengan orang lain yang spesial. Seandainya anda melukiskan status-status buruk atau yang bisa menimbulkan masalah dengan pasangan anda, tentunya hubungan anda dengan pasangan anda bisa retak, rusak, bahkan runtuh di tengah jalan.

Hubungan sosial.

Kita adalah makhluk sosial yang hidup kita tidak bisa tanpa orang lain. Artinya kita akan selalu berhubungan langsung dengan orang lain. Jika kita sedang kesal dengan salah seorang rekan kerja, dan kita mengungkapkan kekesalan di ranah publik, tidak menutup kemungkinan kita akan dituntut atas pasal pencemaran nama baik. Jika sudah begini, tak bertahanlah teman yang benar-benar bisa memahami kondidi kita.

Hubungan profesional.

Bicara profesional pastinya bicara tentang dunia kerja yang menuntut kita untuk bersikap dan bertindak profesional. Dalam dunia kerja yang modern, para staf HRD akan dengan sangat mudah mencari info kita internet. Cukup dengan menggoogling nama kita, maka akan muncullah setiap jejak kehidupan kita yang kiat rekan dan munculkan di ruang publik seperti facebook. Seandainya jejak yang kita tinggalkan baik, tentu akan menjadi resume positif bagi calon perusahaan yang akan mewawancara kita. Sebaliknya, jika apa yang kita tuliskan, kita upload ke internet lebih banyak yang bernilai negatif, tentu akan membuat resume negatif tentang siapa kita.

Untuk itulah, mulai detik ini, berhati-hatilah menuliskan dan mengupload apapun tentang diri kita ke dunia maya tanpa batas. Karena apa yang sudah kita tuliskan dan upload ke internet sudah tidak bisa kita batalkan. Semua yang kita tinggalkan di internet menjadi jejak langkah kita di dunia maya. Tak seorangpun bisa mengubahnya, tercatat rapih oleh mbah google. Berlatihlah mengeluarkan segala aroma dan rasa positif ke dalam ruang publik seluas samudra sehingga hal-hal positif tersebut dapat menginspirasi banyak kalangan netizen yang kebetulan membaca tulisan-tulisan kita atau unduhan kita.

Selamat Berperilaku Positif di Dunia Maya….