Pengalaman pertama ke kompasianival. Semangat membara. Rencana sudah jauh-jauh hari. Kalaupun hari sabtu ini tetap masuk kerja, pokoknya dibela-belain datang pulang kerja. Untungnya, dikasih long weekend sama yayasan, jadi masalah waktu terpecahkan. Kontak teman sana-sini, akhirnya berhasil dapat 3 kawan yang berminat. Sebagai kompasianer bau kencur, ngeri kalau berangkat sendirian. Secara disana belum kenal siapa-siapa, medan gak tahu seperti apa. Gak berani cengok, berangkat dengan teman menjadi solusi yang paling pas. Minimal, sampe sana ada yang diajak ngobrol atau ngambilin gambar alias foto-foto.

Keluar rumah jam 8.30, saling tunggu teman, akhirnya ngaret juga sampenya. Belum nunggu bis dari Bekasi yang lumayan lama, plus panas terik matahari yang bikin keringat mengalir deras. Untungnya dapat Bis AC jurusan Bekasi-Blok M. Lumayan seger di dalam bis. Sayangnya, ketika harus berganti angkutan jadi metro mini 611, panas terik kembali menghantui. Maklum angkutan yang satu ini memang tak berAC, jadilah keringat kembali mengalir dengan derasnya. Sambil celingukan, karena belum tahu lokasi Gandaria City, kami khawatir terlewat. Akhirnya, pesan ke kondektur bis untuk mengingatkan kami turun di Gancyt, sebutan singkat buat Gandaria City.

Dah sampai Gancyt, bingung lagi. Jurus malu bertanya sesat di jalan pun saya pegang terus. Saya bertugas sebagai pencari tahu arah. Sampailah kami ke tempat tujuan, Skenno Exhibition Hall, yang terletak di lantai 3. Saking noraknya sesampai di sana, kami langsung jeprat-jepret. Tiba-tiba, ada seorang security yang menghampiri dan meminta kami tidak mengambil gambar lagi. Aih, malunya! Tapi, untungnya, gambarnya dah dapet!😀

 

13531988231526624674
di depan skeeno hall

 

Sebelum masuk arena hall, kami melakukan daftar ulang dan mendapatkan nomor undian dan tanda pengenal. Kata panitia bakalan ada doorprize nya. Sayangnya, kami gak terlalu antusias, soalnya memang gak bisa nunggu sampe akhir acara. Maklumlah, emak-emak, ada anak menanti di rumah. Masuk ke dalam ruang Hall, satu yang terpikir adalah “koq, gelap banget ya?” Tapi kayaknya emang disetting redup ya? Soalnya lampu banyak tapi yang dinyalain sedikit. Alhasil, foto-foto yang diambil pake camera digital hasilnya kurang memuaskan. Apalagi yang pake handphone, aduh, gelap!

Keliling ke stand-stand yang ada, saya coba menyambangi dan foto-foto. Karena hanya sedikit orang yang dikenal, ya jadinya liat standnya cuma sepintas lalu aja. Orang pertama yang saya kenali adalah mba Ayank Mira dari Emak-Emak Blogger. Lucu. Kostumnya pink, jadi cantik-cantik!🙂

Melanjutkan sightseeing, saya dan kawan-kawwan berjumpa dengan kompasianer lain yang cukup sering muncul yaitu bung Posma dan bu Maria. Hebat ya mereka, jauh-jauh dateng dari Palembang dan Bandung demi Kompasianival! Salut deh. Kalau ketemu kawan baru, pastinya ya harus foto-foto dong. Hehehh…

Sebenarnya kami kayak orang hilang di dalam Hall. Celingak-celinguk, wajahnya gak ada yang kami kenali lagi. Alhasil kami cuma bisa foto-foto di booth-booth yang ada. Yah, minimal ada bukti otentik lah kalau kami pernah menghadiri acara kompasianival ini.

Jadi, kalau saya ditanya “mau ngapain ke kompasianival?” jawabnya “mau foto-foto!” Maklum, anak baru, anak bawang, belum tahu harus ngapain. Maunya sih nunggu sampe acara selesai, jadi bisa tahu keseruan acara lainnya, sambil nunggu pengumuman guru paling ngeblog. Soalnya baru ngerasain jadi nominator! hehehhe…berasa artis gitu!😀 Sayangnya, kami punya jam sore (kalau yang lain punya jam malam!), sampe rumah harus sebelum ashar. Jadinya, kami pun beranjak dari arena kompasianival sekitar pukul 12.30 siang. Ya, mudah-mudahan aja lain waktu bisa lebih menikmati acara kompasianival nya.

Sukses terus lah buat kompasiana.

(sayang foto-foto yang lain gak bisa diupload…)