Tak ada yang lebih menyesakkan dada selain melihat anak  menangis tersedu dan terisak. Tangisannya bukan karena ia meminta dibelikan mainan. Bukan pula meminta uang jajan. Bukan itu. Alasannya menangis karena ia meminta sang ibunda untuk selalu ada disampingnya. Mengurusnya. Merawatnya. Layaknya para bunda lain yang tinggal di rumah dan mengurusi anak-anak mereka.

Tak tahan mendengar penuturan si anak, tak terasa air mata sang bunda mengalir. Tidak setitik. Tapi sederas air hujan yang baru saja turun mengguyur bumi hari ini. Apa yang harus  sang bunda katakan pada buah hatinya? Kata-kata apa yang mampu menenangkan hati si anak yang memimpikan dan mengidamkan kehadiran sang bunda setiap saat?

“Bunda kerja, sayang. Untuk kamu. Supaya kamu bisa sekolah. Agar kamu bisa memakai baju yang indah. Dan kita bisa makan yang enak.” Hanya jawaban itu yang mampu terlontar dari mulut sang bunda yang gemetar. Jawaban klise yang tentu tak mampu mengobati hati yang luka dan kerinduan sang anak untuk diperhatikan setiap saat oleh sang bunda.

Keinginannya menjadi tamparan terberat yang harus diterima sang bunda. Sebagai orang tua tunggal, ini adalah salah satu beban terberat yang harus dihadapi dan belum mampu dicari solusi yang terbaik. Egois memang. Ketika alasan demi kesejahteraan anak, sang bunda harus rela dan berat hati menanggalkan peran keibuannya sepanjang pagi hingga petang. Adilkah bagi sang anak? Sang bunda tak mampu menjawabnya. Hanya air mata yang mengiringi perenungannya. Hanya doa yang bisa ia panjatkan untuk diberi kebaikan atas apa yang dilakukan saat ini.

“Anakku sayang, bunda tahu, betapa berat rasanya harus hidup tanpa didampingi seorang ibu setiap saat. Tuntutan bunda supaya kamu mengerti mungkin terlalu berat buat kamu pikul. Harapan bunda agar kamu bisa mandiri, masih belum mampu kamu pahami. Namun bunda berharap, engkau mampu menjadi dewasa, menjadi pribadi yang kuat, dan tegar, walau harus berjuang lebih keras dibandingkan anak-anak lain seusiamu. Maafkan bunda…”

Bait doa yang terlontar dari sang ibunda semoga mampu dipahami oleh sang buah hati di kemudian hari…..