Anak adalah anugrah. Anak juga adalah titipan. Allah menganugrahkan dan menitipkan anak kepada kita tentu bukan tanpa sebab. Allah ingin bahwa dengan adanya keturunan, akan semakin banyak pula manusia-manusia hebat yang hidup di muka bumi ini. Tentu, manusia hebat itu tidak serta merta terjadi begitu saja tanpa ada campur tangan Sang Maha Pencipta dan kesediaan orang tua si anak untuk mendidik dengan penuh cinta kasih. Sebagai orang tua yang diberi kesempatan oleh Allah untuk membesarkan anak-anak kita, kita harus banyak belajar dan berdoa, karena kita tahu bahwa tidaklah mudah mendidik anak menjadi manusia terbaik di mata Tuhan dan di mata manusia.

Salah satu usaha orang tua menggali ilmu adalah dengan mendatangi majelis-majelis ilmu yang mungkin bisa diadakan di lingkungan tempat kita bekerja. Saya adalah salah satu yang sedang belajar menjadi orang tua. dan alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bisa berbagi ilmu tentang pendidikan anak dari salah satu majelis ilmu yang saya ikuti.

Bagaimana sih sebaiknya langkah yang kita lakukan dalam mendidik anak?

Beberapa cara berikut mungkin bisa menjadi bahan renungan dan pelajaran untuk kita sebagai orang tua.

1. Diawali dengan memilih istri/suami yang sholehah dan soleh. Ingatlah bahwa perempuan dinikahi karena 4 hal. Tambahkan rejekimu dengan menikah.

2. Mohon kepada Allah agar diberi keturunan yang baik.

3. Mengajarkan sholat dan memukulnya jika usia 7 tahun anak kita tidak sholat.

4. Memberikan nafkah lahiriah yang baik dan halal.

5. Senantiasa mendoakan anak-anak kita untuk mendapatkan kemashlahatannya (usaha bathiniah).

6. Jangan pernah menakut-nakuti anak dengan jin atau syaiton.

7. Memberi kesempatan kepada anak untuk bermain dengan anak seusianya, tentu dengan pengawasan orang tua.

8. Orang tua tidak boleh menghina anak, menjatuhkan harga dirinya sehingga hilanglah kepercayaan dirinya.

9. Jangan memanggil anak dengan panggilan yang tidak baik.

10. Jika kita mendapati anak-anak kita melakukan kesalahan, ingatkan dia dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Tunjukkan kesalahannya dimana. Setelah anak itu tahu bahwa apa yang dilakukannya itu salah, tunjukkan yang benar dan baik secara Islam.

11. Kita harus adil dalam mencintai dan memperlakukan anak-anak kita; dalam pembagian dan perhatian.

12. Jika anak punya adik baru, maka perhatian terkadang beralih ke adik, sehingga kakak merasa tersisih dan berontak. Maksimalkan peran ayah dengan mengajak anak mengenalkan pada adiknya.

13. Orang tua wajib memisahkan anak laki-laki dan perempuan di kamar yang berbeda.

14. Andaipun terpaksa, karena ruangan terbatas, anak tidur dengan orang tua, maka orang tua harus hati-hati ketika sedang melaksanakan hajatnya, jangan sampai anak mengetahuinya.

15. Ibu tidak boleh menampakkan auratnya kepada anak laki-laki dan saudara laki-laki tidak boleh melihat aurat saudara perempuannya.

Selain tentang langkah mendidik anak, ada enam hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua, yaitu:

1. Anak diberi nama yang baik

2. Anak wajib diajarkan Al Quran

3. Hendaklah memberikan makan yang halal

4. Menanamkan akhlak yang mulia pada anak-anaknya; dididik jujur, amanah, istiqomah, berkorban untuk orang lain, berbagi dengan temannya.

5. Ajarkan anak-anak mneghargai orang lain

6. Ajarkan tentang pendidikan sosial

Ada kalanya kita melakukan kesalahan dan kekeliruan dalam mendidik anak, mungkin karena keterbatasan pengetahuan atau ilmu orang tua. Diantaranya adalah:

1. Senang kalau melihat anak salah, mengusir anak dari rumah yang mudhorotnya jauh lebih besar

2. Ada campur tangan orang lain ketika mendidik anak, misalnya kakek dan nenek yang cenderung membela cucu-cucunya.

3. Orang tua yang sering bepergian meninggalkan anaknya, apalagi ketika anak dalam usia pertumbuhannya, remaja.

Islam sangat memberikan perhatian terhadap pendidikan anak. Setiap anak lahir Islam, orang tuanya lah yang membuatnya yahudi, nasrani atau majusi. Artinya baik buruknya anak banyak bergantung dari bagaimana pendidikan yang diterimanya di rumah.