Ini kesekian kalinya buruh mengadakan demo besar-besaran. Hampir di seluruh penjuru tanah air, demo buruh serentak diadakan dengan berbagai agenda tuntuan. Tidak hanya wilayah Jabodetabek, tapi juga sampai ke Tasikmalaya dan Sidoarjo. Serikat buruh tidak main-main mengadakan demo kali ini. Bahkan hari ini, 3 oktober dinyatakan hari libur nasional bagi buruh, walaupun masih banyak buruh yang tetap aktif bekerja. Ini pun akhirnya disweeping oleh para pendemo dan meminta mereka untuk segera turun ke jalan bergabung dan mendukung tuntutan mereka.

Dua hal utama yang menjadi agenda demo kali ini yaitu:

1. Hapuskan sistem kerja outsourcing

2. Kenaikan gaji pokok yang layak

 

Mengenai Outsourcing

Banyak memang keluhan yang saya dengar dari para karyawan yang memakai jasa outsourcing atau sistem kontrak kerja. Selain hanya sebagai pekerja kontrak, yang kapan saja bisa tidak diperpanjang kontrak kerjanya, upah mereka pun harus dipotong dan disetor ke pihak perusahaan penyedia jasa outsourcing. Potongannya pun tidak sedikit. Berdasarkan cerita banyak karyawan, potongan bisa mencapai 500 ribu per bulannya! Ini tentu sangat merugikan pihak karyawan atau buruh yang merupakan lini terpenting dalam sebuah peursahaan tetapi yang mendapatkan upah terkecil dari semua lini pekerja.

Sebenarnya apa sih outsourcing itu?

Outsourcing (Alih Daya) diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta kriteria yang telah disepakati oleh para pihak.

Outsourcing (Alih Daya) dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan sebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja. Pengaturan hukum outsourcing (Alih Daya) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 (pasal 64, 65 dan 66) dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Kep.101/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perjanjian Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh dan Kepmenakertrans No. 220/Men/X/2004 tentang Syarat-syarat Penyerahan Sebagai Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan lain. Pengaturan tentang outsourcing (Alih Daya) ini sendiri masih dianggap pemerintah kurang lengkap.

Dijelaskan pula di UU No.13 tahun 2003 tersebut bahwa pekerjaan dari perusahaan penyedia jasa pekerja tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi, kecuali untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.

Artinya bahwa jenis pekerjaan yang bisa disediakan oleh perusahaan outsourcing adalah pekerjaan dengan syarat-syarat berikut ini:

Pasal 59
(1) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifatnya atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu :
1. Pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
2. Pekerjaan yang diperirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;
3. Pekerjaan yang bersifat musiman
4. Pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.

Jika kita mau kelompokkan, maka 5 pekerjaan yang boleh melalui sistem outsourcing adalah:

1. Cleaning Service

2. Jasa Keamanan

3. Jasa tambahan bidang pertambangan

4. Transportasi

5. Catering

Sementara, yang terjadi saat ini adalah banyak operator pabrik yang bekerja melalui sistem outsourcing sehingga tidak tersedia jenjang karir atau ketetapan mereka sebagai karyawan. Mereka harus siap sewaktu-waktu kontrak kerja habis dan tidak diperpanjang. Hal ini menjadi riskan ketika pekerja sudah berkeluarga. Tentu akan sulit bagi mereka memiliki pegangan ketika pekerjaan mereka hanya sebatas kontrak terus bertahun-tahun tanpa pernah ada rasa aman dan nyaman.

Mentri Perekonomian , Hatta Rajasa, dalam salah satu wawancaranya menghimbau buruh untuk tidak melakukan demo lagi. Ia berharap hari ini adalah demo terakhir. Permasalahan bisa dicarikan solusinya dengan pertemuan dan pembicaraan melalui jalur yang tepat.

Sayangnya, pemerintah sepertinya tidak menyadari bahwa hal ini sudah berlangsung lama sehingga ketika tuntutan secara tertutup tidak ditanggapi, maka demo menjadi satu pilihan terakhir yang bisa mereka lakukan untuk menarik perhatian, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat luas, bahwa nasib buruh masih jauh dari gambaran sejahtera.

Semoga saja demo hari ini bisa membawa dampak positif bagi semua pihak, mengingat sudah banyak hal yang harus dikorbankan demi terlaksananya demo buruh nasional ini. Tak sedikit pula banyak pihak yang dirugikan. Untuk itu hal ini harus menjadi perhatian utama dari berbagai kalangan yang terkait.

Buruh adalah tonggak perusahaan. Tanpa mereka, perusahaan akan mati.