“Mam, tadi ngajar di kelas A gak?” tanya Asih. Tampak sekali bahwa ia sedang terluka, suaranya gemetar, muka merah, mata mulai berkaca-kaca.

“Gak, emang kenapa?” saya balik tanya.

“Gak koq,…mmmm, kemarin Joko duduk sama siapa, Mam?”

Joko adalah pacarnya Asih. Sepertinya ada yang lagi terluka nih.

“Disamping Ratna…”

“Tuh, kan, Sih. Bukan sama dia koq!” kata teman-temannya.

“Wah, siapa yang dicemburuin nih?” kataku menggoda.

Mata Asih sudah tidak lagi berkaca-kaca. Air mengalir malu-malu melewati pipinya yang sudah merah karena luka hatinya.

Sambil sesekali mengusap air matanya yang semakin deras, Asih pun bercerita, “aku tahu tipe cowok yang selalu dekat sama Wita, mam. Dia senang cowok yang jelek. Joko kan jelek, saya cemburu aja liat Joko duduk dekat sama Wita. Terus tadi saya berantem, Mam. Tapi, abis berantem, dia malah asik ketawa-ketiwi sama Wita dan Ratna, teman sekelasnya. aku kan jadi kesel, Mam.”
Hmmm…klasik ya? Cemburu karena pasangan kita lebih dekat dengan sahabatnya ketimbang dengan kita sendiri? Kesal karena pasangan kita bisa berhaha..hihi dengan perempuan lain, sementara kita sedang berantem dengannya?

“Yah, karakter lelaki sepertinya banyak yang kayak gitu ya? Liat aja tuh buktinya!” timpal temannya sambil menunjuk ke arah dua lelaki yang dimaksud.

Iya juga ya? Tidak hanya anak-anak ABG, bahkan orang dewasa pun banyak yang merasakan hal yang sama. Cemburu ketika melihat pasangan lengket dengan teman perempuannya. Normal gak sih? Atau terlalu berlebihan? Well, saya rasa hal yang manusiawi ya. Saya pribadi pasti akan merasa terluka jika melihat pasangan saya bersenda gurau dengan teman perempuannya. Mungkin kalau tidak melihat langsung sih, gak kepikiran ya? Tapi kalau di depan mata? Gak bisa nahan gejolak kayaknya.

Saya rasa selain saling percaya, saling menjaga perasaan pasangan juga dibutuhkan. Kita tentu harus yakin bahwa pasangan kita tidak berbuat hal-hal yang menyakitkan, karena kalau kita terlalu tidak percaya dan cemburu tanpa fakta pun tidak akan ada bagusnya. Yang ada hidup kita tersita dengan pikiran-pikiran negatif tentang pasangan kita di luar sana.

Tapi tentu harus ada perasaan menjaga diri juga ya dari pergaulan yang terlalu dekat dengan lawan jenis lain. Bagaimana rasanya kita berbahagia dan bersenda gurau dengan orang lain, sementara di rumah pasangan kita sedang menanti kita? Apalagi kalau sesampainya di rumah, pasangan hanya kebagian capeknya dan lelahnya kita saja. Wah, tentu ini tidak fair ya?

Alangkah indahnya jika masing-masing pasangan bisa saling percaya tetapi juga bisa membatasi diri dalam pergaualn dengan lawan jenis untuk menghindari hati yang terluka dari tindakan kita (yang mungkin tak kita sadari).
Be fair with no affair😀