Aku selalu merasa

puasaku adalah puasa dengan kualitas terendah

bagaimana tidak?

dari awal puasa hingga saat ini,

aku baru melaksanakan sholat tarawih berjamaah dua kali saja!

di hari pertama dan di saat qiyamul lail di sekolah

Sungguh, rekor sholat tarawih berjamaah tersedikit sepanjang ramadhan

tentu aku punya alasan

pertama, putraku yang tidak mau ditinggal

dan tidak pula mau ikut sholat di musholla dengan jamaah seluruhnya perempuan

kedua, ibuku yang sedang sakit-sakitan

tapi, tetap saja

seharusnya itu tak menjadi alasanku

ada banyak jalan untuk menggapai tingkatan ibadah yang lebih tinggi

tadarusku?

innalillah…aku malu

malu pada diriku sendiri

malu kepada Sang Pemilik diriku

kali ini pun tadarus terpendekku sepanjang ramadhan

shodaqohku?

rasanya tak lebih banyak dari hari-hari di luar ramadhan

miris bila aku harus mengingatnya

 

Sementara, di luar sana

orang berlomba-lomba menggapai tiga fase ramadhan

yang semakin meningkatkan kualitas ibadahnya

yang semakin menunjukkan kemajuan ibadahnya

walau ku tak tahu, dimana mereka itu

yang pasti tak aku temukan di sepanjang jalan yang kulalui

 

Memprihatinkan,

baru dua hari lalu aku melewati jalan raya ke arah kediamanku

tak ada tanda-tanda bahwa saat ini adalah bulan ramadhan

bulan dimana manusia diwajibkan berpuasa

tapi apa yang kutemukan?

sepanjang jalan, pria dan wanita asyik menikmati santap siang

di pinggir jalan!

tanpa malu atau menutupi diri

di luar sana

tak ada suasana puasa terlihat

tak ada ghirah puasa terasa

tak ada bedanya dengan bulan biasa

sungguh,

aku berpuasa

namun seolah aku ada di antara mereka

apa pembedaku dengan mereka yang tak puasa?

sementara ibadahku pun belum tentu lebih tinggi

dibanding mereka yang tak berpuasa

jujur,

aku malu

aku sedih

aku marah

pada diriku sendiri

yang belum mampu berbeda dengan mereka

di luar sana…