Sudah bukan lagi rahasia bahwa saat pembagian raport tiba, saat yang menegangkan bagi para orang tua dan putra-putri mereka. Bagi yang langganan nilai bagus, mungkin tidak terlalu merasa deg-degan. Mereka mungkin akan berpikir, “mudah-mudahan nilai anak saya tidak turun atau bisa tetap dapat peringkat atas”. Tapi, bagi mereka yang langganan nilai terbawah, maka perasaan deg-degan itu akan lebih bergelayut, dalam hati mereka berkata, “naik gak ya anak saya?” atau “aduh, nilainya banyak yang remedial gak ya?”

Yup, pertanyaan dan perasaan campur aduk menghinggapi semua orang tua pada saat pembagian hasil belajar putra-putri mereka hari ini.

Ternyata, bukan para orang tua saja loh yang harap-harap cemas. Para guru pun mengalami hal yang sama. Tentu saja bukan karena nilai atau naik tidak naik, melainkan kepada hasil “ghonimah” yang bisa diterima hari ini. Sebagai orang tua murid, saya tentu akan berterima kasih kepada wali kelas putra saya. Setelah satu tahun yang lewat mereka menghabiskan pikiran, tenaga dan keringat mereka untuk pendidikan putra saya, tentu tak ada salahnya sedikit memberikan bingkisan di akhir tahun. Hal ini bukan untuk nilai atau apapun, hanya sekedar ucapan terima kasih kepada para wali kelas itu.

Itu sisi saya sebagai wali murid. Nah, kalau sisi sebagai wali kelas? Pasti akan ada terbersit dalam hati pertanyaan, “kira-kira ada yang ngasih gak ya?” atau ketika bingkisan itu datang “aduh, apa ya isinya?”. Terkadang kami suka berguyon sesama rekan kerja “gimana ghonimah tahun ini?” Ghonimah yang dimaksudkan tentunya bingkisan yang dipersembahkan oleh orang tua sebagai ucapan terima kasih mereka. Tentu ini bukanlah hal utama dari esensi pembagian raport, dan tidak pula mereka diwajibkan untuk memberi. Artinya, para guru bersyukur ketika ada rejeki yang mendatangi mereka, namun tidak kemudian menjadikan hal ini sebagai sebuah keharusan. Ketika tak ada bingkisan pun, kita sudah sangat berterima kasih dengan kehadiran mereka tanda mereka sangat memperhatikan dan peduli akan pendidikan putra-putri tercinta mereka, yang juga merupakan anak-anak didik kami di sekolah.

Namun, ketika rejeki itu datang, siapa yang akan menolak? Tentu kita akan terima dengan senang hati. Apalagi ketika bisa berbagi rejeki dengan rekan-rekan lainnya. Semoga semua rejeki itu berkah dan bermanfaat, amin.

Akhir kata, selamat berlibur!🙂