Umroh atau sering disebut juga haji kecil mempunyai pengertian kunjungan. Dalam hal ini, umroh adalah berkunjung ke rumah Allah (Ka’bah) di Mekah untuk beribadah. Disebut haji kecil karena ketentuan pelaksanaannya hampir sama denga haji, seperti syarat, rukun dan larangannya.

Nah, akhir-akhir ini sering diberitakan tentang para selebritas yang berangkat umroh. Sebenarnya tidak hanya selebritas sih, banyak juga orang-orang yang saya kenal berangkat umroh. Bahkan ada orang yang pergi umroh berkali-kali. Anehnya, mereka yang umroh sudah sekian kali, tapi belum berangkat haji. Lalu apakah hal ini tidak menjadi pemborosan? Lalu tidakkah memberitakan perjalanan wisata ibadah bisa menjadi riya?

Terakhir saya melihat liputan ibadah umrohnya pasangan selebriti Anang-Ashanty. Umroh dipilih sebagai salah satu rangkaian bulan madu mereka. Sayangnya pemberitaan tentang ibadah umrohnya menjadi terkesan riya ketika yang direkam adalah kemesraan mereka sebagai pasutri baru, dan lebih ke wisatanya, seperti pengalaman menaiki onta. Saya rasa liputan umroh sebaiknya lebih kepada pemberitaan sebagai contoh kepada masyarakat lainnya untuk memilih berumroh ketimbang wisata lainnya.

Sangat disayangkan ketika umroh berubah menjadi sekedar trend atau gaya hidup orang-orang berduit. Sementara terkadang mereka sendiri belum melaksanakan rukun Islam yang kelima, yaitu berhaji. Bukankah lebih baik melaksanakan haji terlebih dahulu? Jika mereka sudah mampu dan siap berumroh, kenapa pula mereka tidak siap berhaji?

Lalu, ketika ada orang yang berumroh sampai berkali-kali, bukankah lebih baik mengumrohkan orang lain? saya pernah mendengar dari ceramah-ceramah, bahwa menghajikan atau mengumrohkan orang lain, pahalanya sama dengan berangkat haji sendiri. Jika para orang berduit mampu memahamai hal ini dan berhati lapang, tentu mereka akan memilih mengumrohkan orang lain daripada dia sendiri yang pergi umroh untuk ke sekian kalinya. Dan dengan begitu, semakin banyak pula orang yang bisa merasakan nikmatnya berkunjung ke rumah Allah.

Umroh menjadi gaya hidup tentu tidaklah salah. Hanya saja ketika umroh dijadikan sebagai wahana riya atau pamer tentu kurang tepat, apalagi diberitakan secara berlebihan, khawatir tanpa sengaja, ada muncul di hati kecil kita perasaamn riya itu. Saya rasa para selebritas harus bisa menjaga niat awal mereka berumroh, sehingga pemberitaannya pun tidak serta merta menjadi ajang “takabur”.