Tak terasa, hari ini sudah ketemu lagi dengan wisuda siswa-siswi SMP, SMA dan SMK al muslim, anak-anak didik kami tercinta. Rasanya waktu berlalu begitu cepatnya. Ini adalah kali ke delapan saya menghadiri acara wisuda peserta didik kami namun baru merasakan menjadi panitia penyelenggaranya. Rasanya? Repot juga. Berperan sebagai penerima tamu,wajah harus selalu tersenyum. Udara yang panas tak ayal membuat eringat mengalir deras. Tapi demi tugas mulia, semuanya harus dijalani dengan ikhlas demi memberikan momen berkesan bagi anak didik kami.

Ada banyak hal menarik yang bisa direkam dalam setiap acara wisuda…

Pertama, dan yang paling membuat pusing adalah kostum! Ya, tahulan dress code nya wisuda sampai saat ini masih kebaya (bagi siswi) dan jas (bagi putra). Untuk siswa dan guru diwajibkan berkebaya dan berjas. Kebayang dong ribetnya pakai baju nasional yang satu ini? Plus, gak semua orang punya kebaya dan jas loh? Apalagi kalau setiap tahun harus berkebaya dan berjas, wah bisa jebol keuangan nih! Akhirnya, satu trik nya adalah dari jauh-jauh hari kami saling bertukar info, siapa yang kira-kira punya kebaya atau jas dan bisa dipinjamkan. Kalau gak ada juga, terpaksa deh harus nyewa.

Kedua, kalau sudah berkebaya, otomatis harus dandan! lah. Minimal polesan wajah kita berbeda dari sehari-hari. Rata-rata siswa akan pergi ke salon untuk make-up, tetapi para guru cukup saling mendandani antar sesama teman. Yang biasanya gak pake bedak tebal, sekarang lebih didempul sedikit. Yang seringnya gak pake lipstik, tiba-tiba khusus hari ini, bibir para guru sudah berwarna merah. Pokoknya dandan berbeda lah.

Ketiga, kamera! Momen seperti wisuda ini pastilah momen langka yang hanya bisa dialami minimal 3 atau 4 tahun sekali. Untuk itu, mengabadikannya menjadi satu hal yang wajib ada. Maka kamera menjadi alat yang paling banyak digunakan di momen-momen indah ini. Dari camera handphone, pocket camera, sampai XLR, tumpah ruah di acara wisuda kali ini. Handy cam pun tak ketinggalan. Kalau dikumpulkan, akan ada ratusan kamera yang berkelap-kelip sepanjang acara wisuda hari ini.

Keempat, kalau ada kamera, pastinya ada model-model dadakan yang siap berpose. Berhubung foto mengenakan kebaya atau jas itu adalah momen langka, maka para siswa termasuk gurunya juga berasa model-model sampul majalah. Senyum sana sini, gaya ini itu, dan selalu on di depan kamera. Setiap ada kamera yang ready, maka bagaikan semut mencari gula, para wisudawan akan mendatangi kamera tersebut dan siap bergaya. Pokoknya dimana kamera stand by, di sanalah para wisudawan berkumpul.

Itulah menurut saya beberapa hal yang gak boleh ketinggalan di acara wisuda, terutama sih di wisuda sekolah kami. Bagaimana dengan sekolah Anda?