Hari ini merupakan hari bersejarah double bagi seluruh siswa SMA dan SMK se-Indonesia. Bagaimana tidak dobel, selain pengumuman kelulusan sebagai siswa-siswi SMA/SMK, hari ini juga bertepatan dengan pengumuman SNMPTN undangan yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Tentunya menjadi doble kebahagiaan bagi mereka yang lulus UN dan juga lulus SNMPTN sehingga mereka sudah lega bahwa akhirnya mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Memang, SNMPTN undangan ini baru berjalan selama dua tahun terakhir. Siswa yang mendapat undangan adalah siswa dengan peringkat 1 sampai 15 atau peringkat 50% teratas di kelas. Sebenarnya agak kurang setuju dengan sistem ini karena pada akhirnya seleksi masuk perguruan tinggi ditentukan oleh peringkat kelas, sementara beberapa tahun sebelumnya, pemerintah mencanangkan bahwa tidak ada sistem ranking kelas, karena itu akan mengkotak-kotakkan peserta didik, dan mencap anak pintar dan anak kurang pintar.

Untuk menghindari cap dan pengkotakan tersebut, akhirnya sistem ranking pun dihapuskan. Anehnya, dua tahun ini seleksai SNMPTN malah dilihat dari peringkat kelas. Hal ini jadi bertentangan dengan pencanangan nilai raport tanpa ranking tersebut. Memang sih tetap tidak ada kolom ranking di buku raport, tapi kalau sistem undangan ini membutuhkan peringkat, otomatis siswa akan kembali mengejar nilai demi ranking juga sehingga mereka bisa masuk ke dalam daftar siswa yang diundang oleh perguruan tingi untuk seleksi.

Saya lebih setuju dengan sistem tes UMPTN yang tidak mensyaratkan peringkat kelas. Jadi, semua siswa memiliki hak yang sama dan sejajar untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi tersebut, karena keberuntungan bisa saja memihak siswa yang nilainya di sekolah tidak terlalu bagus atau memuaskan. Ataupun dengan tes tersebut benar-benar bisa menjaring siswa yang memang mampu dan layak untuk menjadi mahasiswa perguruan tinggi tertentu, terutama yang bagus dan favorit.

Sebaliknya, dengan sistem peringkat, yang berdasarkan nilai raport yang dihasilkan oleh siswa, merupakan gabungan dari beberapa nilai, termasuk di dalamnya nilai tugas-tugas tambahan. Sehingga bukan merupakan hasil tes yang mengandalkan kompetensi mereka. Dan untuk siswa yang nilainya tidak terlalu bagus, tertutup kemungkinan baginya untuk diundang, walaupun mereka masih bisa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dengan jalur lainnya.

Anyway, saya tetap bahagia dan ikut senang ketika anak didik kami berhasil lulus melalui seleksi SNMPTN undangan. Ada beberapa siswa yang diterima di beberapa perguruan tinggi favorit, diantaranya adalah ITB, UGM, UNDIP dan Brawijaya. Semoga mereka mampu bersaing kembali menjadi yang pribadi yang bersaing dan memberikan kontribusi positif di masyarakat.

Namun, bagi mereka yang belum lulus, tentu tida perlu berkecil hati. Masih banyak jalan menuju Roma, artinya kita harus mencoba ujian masuk lainnya sampai apa yang dicita-citakan diimpikan tercapai. amin.

Selamat! Kalian LULUS, anak-anak!🙂