Malam ini saya didatangi keponakan yang ingin belajar bahasa Inggris. Dia meminta belajar tentang adjectives dan adverbs. Dia pun menunjukkan fotokopian materi dari gurunya. Dan saya sangat mengenal buku yang digunakan yaitu Using and Understanding English Grammar oleh Betty Schrampfer Azar. Buku yang cukup tenar di kalangan mahasiswa karena umumnya mereka menggunakan buku pegangan ini sebagai sumber mata kuliah Bahasa Inggris mereka. Keren juga ya anak SMA sudah dikasih materi dari buku ini? Tapi baguslah, karena memang penjabaran materinya sangat mudah dipahami dengan contoh-contoh yang jelas pula.

Ketika sampai pada adverb “hard” dan “hardly“, keponakan saya agak kesulitan. Ada banyak kesalahan yang dibuatnya. Mungkin karena pemahaman makna nya juga yang belum maksimal. Mengajarkan kedua adverbs ini memang sedikit rumit. Bayangkan aja, dua kata yang berakar sama ini, sangat bertolak belakang dalam pemaknaan. Agak repot memang kalau kita tidak mengajarkannya dengan detail. Bisa-bisa salah penggunaannya, kan  bisa kacau artinya.

Kata “hard” itu sendiri bisa masuk ke dalam dua part of speech yaitu adjective (kata sifat) dan adverb (kata keterangan). Adjective adalah kata yang berfungsi untuk menjelaskan noun (kata benda). Adjective akan menjawab pertanyaan “seperti apa sih bendanya itu?” Sementara itu adverb adalah kata keterangan yang berfungsi untuk menjelaskan verb (kata kerja). Adverbs akan menjawab pertanyaan “bagaimana anda melakukan atau mengerjakan sesuatu?”

Hard sebagai adjective (kata sifat) dapat kita ambil dari contoh berikut ini:

She is a hard worker.

Di sini, hard menjelaskan kata benda worker.

Sedangkan hard sebagai adverb (kata keterangan) dapat kita lihat pada contoh berikut:

She works very hard.

Hard disini menjelaskan kata kerja works.

Hard sebagai adverb memiliki kembaran, serupa tapi tak sama, yaitu dengan kata hardly. Jika kata hard bermakna “dengan giat/keras/gigih”, maka kata hardly justru sebaliknya. Secara bebas, kita bisa mengartikan hardly dengan terjemahan berikut:

Hardly = almost never, hampir tidak pernah, atau sedikit.

Jika kita ambil contoh:

I hardly have any money, maka terjemahannya adalah “saya hampir tidak punya uang sama sekali. Kalaupun ada, pastilah hanya sedikit saja.”

Jadi terjemahan “hardly” itu sendiri adalah “hampir tidak pernah, atau sedikit sekali”.

Bandingkan dua kalimat berikut:

1. She tried hard to look for a job, but she wasn’t lucky.

2. She didn’t get a job because she hardly looked for it.

Pada kalimat pertama, kita dapat terjemahkan sebagai berikut: Dia sudah berusaha keras mencari pekerjaan, tetapi dia belum beruntung. Sementara itu di kalimat kedua, terjemahannya adalah Dia tidak mendapat pekerjaan karena dia hampir tidak pernah mencari kerja.

Dari perbandingan ‘hard’ dan ‘hardly’ di atas, maka kita dapat simpulkan bahwa kedua adverbs itu memiliki makna yang bertolak belakang. Hard berarti “bekerja dengan keras”, sementara  hardly bermakna “hampir tidak sama sekali.”

Semangat Hard VS Hardly!🙂