Satu pembelajaran menarik lagi yang saya dapatkan hari ini ketika seorang rekan kerja bertanya tentang kisi-kisi soal yang saya buat. Ketika dibaca ternyata ada hal-hal yang mengganggu yaitu penetapan ranah taksonomi bloom yang saya pakai. Tercatat di sana bahwa saya menggunakan kata operasional yang tidak ada di daftar kata kerja di ranah Bloom tersebut. Dan benar sekali, setelah saya cek ternyata memang tidak ada kata kerja operasional “menentukan” di daftar kata kerja operasional bloom. Padahal saya membuat kisi-kisi tersebut menyesuaikan dari kisi-kisi Ujian Nasional yang dibuat oleh diknas.

Saya pun mencoba melihat kembali kisi-kisi rekan sesama guru Bahasa Inggris dari sekolah lain. Dan ternyata hasilnya sama, mereka menggunakan kata kerja operasional “menentukan” di sebagian besar butir soal yang dibuat. Jika kisi-kisi yang saya buat ada kesalahan di bagian penggunaan kata kerja operasionalnya, seberapa banyak guru yang melakukan kesalahan yang sama? Akhirnya saya pun mulai mempelajarai lagi taksonomi Bloom itu dengan lebih teliti dan berusaha untuk membenahi dan memperbaiki kisi-kisi soal saya.

Saya pun mulai membuka kembali rincian soal-soal yang saya rancag beserta dengan ranah taksonominya, yang biasa kita kenal dengan istilah C1, C2, C3, C4, C5 dan C6. Sambil meneliti kembali soal, saya mulai menyesuaikan dengan kata kerja operasional yang semestinya digunakan bagi soal-soal tersebut. Ini pun jika kita masih mengikuti Taksonomi Bloom versi lama.

Setelah dikaji ulang, akhirnya saya dapat menyimpulkan beberapa hal, yaitu:

1. Untuk soal-soal Bahasa Inggris, ranah yang paling umum digunakan adalah C2 yaitu tentang pemahaman dan C3 yaitu tentang penerapan. Kami tidak lagi menggunakan ranah C1 yang hanya sekedar pengetahuan saja.

2. Sementara itu kata kerja operasional yang paling sering muncul dalam soal berbentuk pilihan ganda adalah menguraikan (C2), menunjukkan (C3), merangkum (C3), menemukan (C3), merumuskan (C3), menyimpulkan (C5), melengkapi (C3), menyesuaikan (C3).

3. Untuk mengarang, kata kerja operasional yang digunakan adalah menghasilkan (C6).

Sementara itu, jika kita mengikuti Taksonomi Bloom versi revisi, seperti dituliskan oleh David R. Krathwohl dalam jurnalnya yang berjudul “A Revision of Bloom’s Taxonomy: An Overview”, ada penyederhanaan kata kerja operasional yang digunakan.

Susunan Kata Kerja Operasionalnya yaitu:

1. Remember (Pengetahuan) C1

1.1. Recognizing (mengenali)

1.2. Recalling (mengingat)

2. Understand (Pemahaman) C2

2.1. Interpreting (mengartikan)

2.2. Exemplifying (mencontohkan)

2.3. Classifying (mengelompokkan)

2.4. Summarizing (merangkum)

2.5. Inferring (menyimpulkan)

2.6. Comparing (membandingkan)

2.7. Explaining (menjelaskan)

3. Apply (Menerapkan) C3

3.1. Executing (melaksanakan/melakukan)

3.2. Implementing (mengimplementasikan/menerapkan)

4. Analyze (Menganalisa) C4

4.1. Differentiating (membedakan)

4.2. Organizing (mengatur)

4.3. Attributing (menghubungkan)

5. Evaluate (Mengevalusi/menilai) C5

5.1. Checking (memeriksa)

5.2. Critiquing (mengkritik)

6. Create (Menciptakan) C6

6.1. Generating (menghasilkan)

6.2. Planning (merencanakan/merancang)

6.3. Producing (menghasilkan)

Mengingat penetapan ranah ini masih banyak membingungkan bagi para guru, saya rasa perlulah diadakan satu pelatihan khusus yang membahas khusus mengenai sistem penilaian secara tuntas, sehingga tidak ada lagi kesalahan atau ketidaksamaan pembuatan kisi-kisi soal. Terlebih lagi jika kisi-kisi soal itu dibuat oleh orang yang berbeda dengan pihak pembuat soalnya. Sebaiknya pihak penyusun kisi-kisi soal dan pembuat soal memiliki persepsi yang sama terhadap penggunaan ranah kognitif ini sehingga soal dengan bobot yang sama pun akan tersusun dengan baik di berbagai unit satuan pendidikan yang berbeda.