Terlihat dari kejauhan

Sebuah kardus bekas mie instan

Dengan temaram cahaya lampu

Kotak itu menjadi ranjang kecilnya

Pandangan mendekatTak terasa air mata sudah berkumpul

Memburamkan penglihatanku

Yang tertuju ke balik kardus kecil itu

Ya, di sana

Di kardus bekas itu

Terbaring seorang bayi mungil

Diam tak berdaya

Tuhan telah mengambilnya kembaliDari dekapan sang bunda

Yang terbaring di sampingnya

Ia tak mampu bertahan

Tanpa tempurung kepalanya

Yang entah kenapa

Tak berkembang dengan sempurna

Ini bukan maunyaBukan juga mau sang ayah bunda

Allah menakdirkannya

Pasti dengan hikmah dibalik semuanya

Mungkin inilah yang terbaik

Baginya, yang diberi nama Apriliani

Pastinya ini yang terbaik pula

Bagi mereka, orang tuanya

Ini menjadi satu pelajaranBerharga tentang hidup

Tentang menjaga janin sehat

Dimulai dari kandungan

Ini tentang cinta

dan ujian Sang Maha Pencipta

bagi hamba-Nya

yang bertaqwa

Ini tentang kesabarandan keikhlasan

dengan cobaan dan ujian

dari Sang Pemilik Kerajaan alam semesta

~Doa kami untuk ananda Apriliani yang hanya bertahan hidup selama 5 hari ~