Anak menjadi anugrah terindah dalam sebuah keluarga. Anak merupakan harta tak ternilai yang didambakan dalam setiap kehidupan para orang tua. Ketika dua insan menikah, tentu keturunan menjadi rencana paling utama dalam kehidupan berumah tangga. Bahkan terkadang ada orang tua yang masih memegang pepatah lama yang mengatakan bahwa “banyak anak banyak rejeki”. Tentu pepatah ini tidak bisa kita bilang salah. Allah telah menjanjikan bahwa setiap anak yang terlahir di dunia sudah memiliki rejekinya sendiri. Jadi, secara kasar bisa kita bilang bahwa banyak anak tentu memang rejekinya lebih banyak dibandingkan satu atau lebih sedikit anak.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sudah siap dengan anugrah yang Allah titipkan pada kita? Dengan penghasilan kita bekerja, apakah kita sudah perhitungkan bagaimana kita akan mendidik dan merawat anak-anak kita. Tentu butuh dana yang besar untuk bisa memenuhi kebutuhan terbaik setiap anak. Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin tumbuh kembang anak kita terhambat oleh macetnya aliran dana untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Secara alamiah kita pasti akan menyusun rencana masa depan anak-anak kita. Dalam perhitungannya, rencana masa depan ini meliputi terutama pekembangan fisik, psikis, dan spiritual. Dan pendidikan menjadi satu poin utama yang menjadi pertimbangan orang tua dalam membesarkan anak-anak mereka.

Mendapat pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita menjadi impian dari semua orang tua. Tak terkecuali saya. Sebagai seorang ibu sekaligus berperan sebagai ayah bagi putra semata wayang saya, masalah pendidikan menjadi isu besar. Dengan pemasukan dana yang diperoleh dari hasil bekerja sendiri, tentunya saya harus bisa memilih dan memilah pendidikan yang tepat, syukur-syukur terbaik bagi putra saya.

Sekolah terbaik identik dengan sekolah yang sedikit lebih mahal dibandingkan sekolah umum biasa. Dengan berbagai pertimbangan, saya pun memasukkan putra saya ke sekolah full day yang biayanya jauh di atas sekolah negeri dengan harapan banyak pengalaman dan ilmu belajar yang lebih baik yang bisa dialami oleh putra saya.

Untuk setingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar, biaya yang dibutuhkan tentu tidak lebih besar dibandingkan dana yang dibutuhkan ketika anak akan menginjakkan kakinya di dunia kampus. Bekerja di dunia pendidikan, sedikit banyak saya bisa tahu berapa biaya yang harus disiapkan untuk kuliah di universitas, terutama yang terkemuka dan terbaik tentunya. Dari cerita para orang tua murid yang mengurusi anak-anak mereka untuk kuliah, mereka harus menyiapkan dana mulai dari 35 hingga ratusan juta rupiah. Bukan dana yang kecil, apalagi bagi profesi guru plus single parent seperti saya ini.

Solusi yang bisa saya lakukan adalah dengan memiliki perencanaan untuk pendidikan masa depan anak saya. Dimulai dari mencari bank-bank atau institusi pemberi layanan penyedia perencanaan pendidikan, entah itu via sistem tabungan ataupun sistem investasi. Maka dari itu layanan perbankan akan sangat kita perlukan disini sebagai satu solusi keuangan kita.

Berurusan dengan pihak perbankan itu gampang-gampang susah. Artinya saya selaku orang tua harus benar-benar bisa mencari solusi perbankan yang tepat dan tidak hanya tergiur oleh iming-iming hadiah yang tidak jelas. Yang pasti saya perhatikan dalam memilih produk perbankan adalah kemudahan transaksi dan kebebasan finansial. Artinya kita harus bisa memilih pihak perbankan yang memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah, kapan saja dan dimana saja, seperti bank central asia, misalnya, yang infonya dapat kita browsing di www.bca.co.id. Kebebasan finansial artinya bahwa kita bisa mengatur rencana keuangan seperti apa yang cocok dengan kita, tanpa adanya paksaan dari pihak bank.

Jika kita sudah menemukan pihak bank yang cocok dan mampu memberikan layanan terbaik, maka kita tinggal memilih produk perbankan apa yang menurut kita sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Untuk perencanaan finansial pendidikan sang buah hati, produk edusave dan provisa max bisa dijadikan pilihan. Yang pasti, produk yang anda pilih sebaiknya yang terjangkau bagi anda dan tentunya tetap memberikan manfaat terbaik bagi anda dan putra/putri anda kelak.

Mimpi memberikan pendidikan terbaik sepertinya tidak hanya angan-angan saja. Dengan pilihan investasi yang terjangkau oleh kantong saya, sepertinya perencanaan pendidikan bagi putra saya akan bisa terwujud. Tentunya ditambah dengan doa dan usaha yang tidak henti pula agar impian kita bagi putra tercinta berjalan lancar. Amin.