Sudah bisa terbaca dan tertebak oleh khalayak ramai ketika nama Angelina Sondakh akhirnya dinyatakan sebagai tersangka kasus wisma atlet di Sumatra Selatan dan harus mendekam di tahanan KPK. Pasti akan ada episode dimana tahanan akan jatuh sakit dan minta diperiksakan ke dokter. Sebut saja ada nama-nama seperti Nazarudin, Nunun, dan pejabat lainnya yang hampir semuanya mengalami episode sakit dan kunjungan ke dokter. Dengan berbagai diagnosa, penyakit tiba-tiba muncul menghinggapi para tersangka tindak korupsi tersebut.

Tidak berbeda dengan mantan Putri Indonesia itu. Baru lima hari menginap di tahanan KPK, Angie, begitu ia biasa disapa, mengaku merasakan sakit di perutnya. Entah sakit ini memang sakit menahun, atau sakit yang tiba-tiba muncul. Yang pasti, sebelumnya tidak ada diberitakan tentang Angie yang dirawat karena sakit.

Fenomena seperti ini sangat nyata terlihat oleh masyarakat. Kenapa hanya para pejabat yang terlibat korupsi saja ya yang sering sakit dan minta dirujuk ke dokter? Apakah saking bosannya di kamar tahanan sehingga mereka butuh udara segar? Ke dokter atau ke rumah sakit pun tak apalah, yang penting mereka bisa keluar dan merasakan duduk di dalam mobil dan menikmati pemandangan macetnya kota Jakarta. Daripada diam saja di kamar tahanan? Pasti sangat tidak mengenakkan.

Ataukah tingkat tekanan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahanan di luar kasus korupsi? Koq tidak pernah juga didengar ada pencuri atau pembunuh yang diberitakan sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit? Kalau dipikir-pikir, bisa jadi karena tingkat kestressan para tersangka korupsi lebih tinggi dibandingkan dengan para pelaku kriminal lainnya.

Bayangkan saja, rata-rata pelaku korupsi adalah para pejabat teras negara yang notabene berpendidikan tinggi, minimal sarjana S-1. Nama mereka sudah tenar di masyarakat. Karena alasan itulah tingkat rasa malu dan stres mereka pun mungkin jauh melebihi para kriminal lainnya. Jika sudah begini, tekanan psikologis tentunya akan sangat memicu munculnya perasaan sakit yang menyerang tubuh para tersangka korupsi itu. Dan mau tidak mau, dokter pun beraksi untuk memeriksa kesehatan mereka.

Seringnya pejabat korupsi yang ditahan tiba-tiba jatuh sakit menjadikan fenomena ini seolah-olah akal-akalan mereka untuk menarik simpati dan empati dari pihak berwenang sehingga mereka bisa mengendurkan sedikit tekanan yang diberikan pada para tersangka kasus korupsi. Kalau sudah begini, petugas KPK pun tidak bisa bertindak banyak selain memberikan surat ijin bagi mereka untuk berkonsultasi atau cek up ke dokter, yang katanya dokter pribadi mereka, walaupun mungkin sebenarnya bisa saja dokter-dokter mereka yang didatangkan ke rumah tahanan.

Well, kadang memang orang yang ‘pinter’ akan memutar otaknya untuk ‘minterin’ atau mengelabui orang lain. Semoga saja tidak ada lagi episode sakit dan cek up ke dokter bagi para tersangka kasus korupsi itu. Waktu menikmati hasil korupsi, koq mereka gak pernah sakit ya? Ketika sudah ditahan dan dijadikan tersangka, barulah penyakit itu muncul di permukaan.