Udah sering denger sih nama SUJU! Ya, walaupun bukan korean freak, saya termasuk salah satu fan nya drama Korea juga. Tapi memang gak terlalu sering denger lagu-lagu Korea kecuali soundtracknya K-drama itu. Sebenarnya lagu-lagu Korea enak didengar sih. Apalagi dengan irama musik yang ngebeat, enak bange buat joget! Seruuuu…. Sayangnya, saya gak ngerti sama sekali sama bahasanya. Apalagi ngikutin nyanyinya? gak bisa. Alhasil, saya cuma bisa menikmati lagu dan musiknya aja deh.

Nah, di SCTV baru aja ditayangin cuplikan konser super show nya SUJU di Jakarta. Dengan dana konser yang menghabiskan sekitar 25 milyar rupiah ini, gak salah juga sih kalau banyak masyarakat Indonesia yang menggandrungi boy band Korea yang satu ini. Selain suara mereka yang bagus, musiknya yang banyak ngebeat dan tariannya yang super keren, SUJU juga didukung oleh tampilan wajah dan bodi yang oke punya. Saya sendiri baru kali ini mendengar lagu-lagunya mereka secara penuh. Biasanya kan cuma sekilas aja denger dari laptop teman, atau dari handphone nya murid-murid saya. Dan saya akui, saya sangat menikmati lagunya dan tampilan mereka secara keseluruhan. Tapi cukuplah menikmatinya di TV saja. Beli tiket untuk nonton konsernya langsung? Gak janji kayaknya. Masih ada kebutuhan yang lebih urgent dibanding ngeluarin uang buat sebuah konser saja.

Harga tiket SUJU yang jutaan itu (saya dengar yang festival aja bisa1,5 juta ya?) memang membuat banyak orang ternganga. Tapi dengan tiket yang mahal itu ternyata tidak mengurangi antusias masyarakat Indonesia, terutama remaja ABG putri, untuk nonton konsernya langsung. Bahkan ada yang datang dari Bali! Bayangkan berapa dana yang harus dikeluarkan untuk nonton konser SUJU! Dari tiket konser, tiket pesawat, akomodasi di Jakarta, belum buat makan dan jajannya. Kayaknya yang nonton datang dari kalangan berduit semua ya? Untuk orang biasa, walaupun nabung lama, kayaknya harus mikir dua atau tiga kali deh buat ngeluarin uang sebesar itu.

Tapi, untuk hiburan dan hobi, mungkin orang akan bela-belain untuk mengejarnya. Dan saya yakin orang tua pun banyak yang akhirnya mendukung keinginan anak-anak mereka untuk menonton SUJU. Entah dengan terpaksa atau secara ikhlas, orang tua lah pastinya yang harus rela mengeluarkan dana besar itu. Bagi sebagian besar orang tua, mungkin ini bukti dari rasa sayang mereka ke anak-anak mereka. Namun, bagi sebagian yang lain, daripada anaknya ngambek atau mogok apalah, akhirnya terpaksa berkorban demi anak mereka. Well, apapun alasan mereka untuk mengeluarkan uang demi konser SUJU, itu adalah hak mereka.

Banyak orang yang mungkin tidak setuju dengan konser-konser berbiaya mahal ini. Selain mengajarkan remaja Indonesia bergaya hidup boros, tampak timpang dengan keadaan masyarakat Indonesia yang masih banyak berkehidupan yang tidak beruntung. Bagi segelintir orang, memanfaatkan uang sebanyak itu untuk membantu orang lain mungkin akan lebih bermanfaat. Tapi, itulah kehidupan. Ada dunia hedonisme yang tetap memiliki banyak penikmatnya. Itu adalah pilihan hidup mereka. Mereka memiliki kelebihan harta utuk bisa menikmati hiburan mahal. Sementara sebagian besar orang tentu harus puas dengan melihatnya di televisi.

Tentunya pilihan menonton konser ini menjadi hak siapa saja yang memang memiliki uang dan mampu membeli tiketnya. Tidak bisa kita menyalahkan atau memicingkan mata ke mereka yang berani menghabiskan uang di konser. Setiap orang punya cara sendiri untuk menikmati hidup mereka. Kita hanya perlu tahu batasan kemampuan kita untuk bisa menikmati hidup sesuai dengan apa yang kita miliki.