dua minggu sudah

hari ini

setelah ku bilang

aku mundur, berhenti disini

dua minggu sudah

tanpa kabar

tiada kontak

seperti yang ku mau

sekali berjumpa

sebaris kalimat yang terucap

“lagi ngapain di sini?”

aku hanya senyum getir sambil bilang

“mejeng!”

dua minggu berlalu

aku masih sakit

hatiku masih perih

masih mampu bertahan dalam diam

pertemuan kedua

dia hanya menyapa ‘hey’

dan berlalu

tanpa menoleh kembali

ada rasa mengganjal

rasa tidak nyaman

rasa terabaikan

rasa gencatan senjata

hari ini

pertemuan kembali

tak terduga

tak terencana

ku curi pandang

ku lirik dan dia tersenyum

aku pun senyum, masih getir

setidaknya dia melihatku

dan aku lega

ingin dia

semua kembali

seperti sedia kala

ketika kami hanya sebatas sahabat

ingin aku

kami kembali baik

sebagai teman yang saling support

demi persahabatan

aku menyerah

aku lepaskan ego

kembali menyapanya

dalam satu kalimat pendek

melalui pesan pendek pula

bolehkah aku jujur?

aku merindukanmu

rindu persahabatan kita

rindu jalinan pertemanan yang kuat