Menjamurnya family karaoke, semakin menunjukkan bahwa peminat hiburan yang satu ini semakin bertambah. Dengan konsep berkaraoke bersama keluarga, tanpa disisipkan dengan embel-embel “bar” yang biasa kita jumpai di film-film atau di daerah-daerah metropolitan, family karaoke semakin menambah pilihan hiburan bagi masyarakat luas yang umumnya hanya bisa menonton layar lebar atau sekedar window shopping di mal.

Masing-masing manajemen family karaoke juga semakin mengembangkan pelayanan dan fasilitas yang ada untuk menarik lebih banyak pengunjung dan agar mampu bersaing dengan family karaoke lainnya. Sebut saja ada dua family karaoke yang cukup familiar namanya di telinga masyarakat yaitu Inul Karaoke, yang dimiliki oleh penyanyi dangdut Inul Daratista, dan NAV family karaoke, yang harga sewanya lebih murah sedikit dibandingkan Inul Karaoke.

Sebut saja NAV karaoke yang terletak di Hyper Mal Bekasi. Terakhir saya kesana, mereka sudah mengembangkan jumlah kamar karaokenya menjadi dua lantai. Dengan fasilitas yang modern dan sangat cozy (nyaman), NAV mampu bersaing dan berkembang di antara family karaoke lainnya. Walaupun banyak juga karaoke box di sekitar tempat mereka yang menawarkan hiburan karaoke dengan sistem koin. Namun, pastinya lebih nyaman dengan sistem kamar karena kita bisa lebih leluasa memilih lagu dibandingkan karaoke dengan sistem box. Harganya pun jatuhnya lebih mahal yang di booth/karaoke box.

Merebaknya hiburan family karaoke ini dimulai sekitar beberapa tahun silam yang diawali dengan diperkenalkannya drama-drama Korea di televisi yang langsung mendapatkan hati di masyarakat Indonesia.

Apa hubungannya family karaoke dengan drama Korea? Well, jika kita menonton drama-drama Korea, banyak adegan yang diambil di tempat-tempat karaoke. Tidak semua memang, tetapi sebagian besar pasti menyisipkan adegan bernyanyi di family karaoke. Sepertinya orang Korea ingin menunjukkan bahwa mereka senang berkaraoke. Dan pada kenyataannya memang karaoke adalah bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Penat sepulang dari kantor, mereka akan pergi berkaraoke. Mengajak keluarga merayakan sesuatu, mereka pun akan berkaraoke. Bahkan pacaran pun akan berkaraoke. Jadi memang family karaoke ini sudah menjadi budaya keseharian mereka.

Menurut pendapat saya, diawali dari tayangan drama-drama Korea itulah yang akhirnya menggugah dan mendorong ide cemerlang para pelaku bisnis di Indonesia untuk mencoba menjalankan usaha di bidang family karaoke ini. Dan ternyata bisnis mereka tidak sia-sia. Dengan konsep berkaraoke bersih tanpa adanya tawaran minuman beralkohol, family karaoke mampu membuat masyarakat Indonesia, terutama yang hobi nyanyi, jatuh cinta pada mereka. Seolah-olah para pelaku bisnis tahu benar hiburan yang dinanti oleh masyarakat kita.

Jadi ternyata booming Korea bukan hanya terhadap boy band atau girl band saja, tetapi juga sampai ke fashion dan budaya keseharian masyarakat Korea seperti family karaoke ini.