Ini kisah beberapa tahun silam. Terputar kembali kejadiannya ketika kami berbincang tentang akibat atau efek dari kurang tidur ketika kami harus menginap di sekolah karena ada kegiatan super camp.

Ada seorang guru perempuan. Sebut saja namanya Bu Sasti (nama samaran). Ibu yang satu ini terkenal dengan pelor alias nempel molor. Sebenarnya bukan hanya pas menempel saja sih. Kapan pun, dimanapun, si ibu ini bisa tertidur pulas. Kadang rekan-rekan pun sering bertanya kepadanya tentang kegiatannya di rumah. Apakah selalu begadang setiap malam? Ternyata terkadang ia suka menggosok pakaiannya malam-malam sehingga sering mengantuk. Entahlah…

Bu Sasti ini bisa ditemukan tertidur di kantor, di ruang UKS, atau bahkan di ruang kelas! Yup, mungkin karena terlalu mengantuk, bu Sasti kadang-kadang tertidur begitu saja di atas meja guru. Untung para murid-muridnya termasuk yang pengertian, artinya mereka mungkin membicarakannya, tetapi tidak pernah berani untuk membangunkannya.

Satu ketika bu Sasti merasa sangat mengantuk dan tertidur di ruang UKS. Tidak ada satu rekan pun yang tahu bahwa ia tertidur di sana, karena memang ruang UKS nya tidak terlalu terlihat dari ruang guru. Jadi memang tidak ada yang berpikir bahwa bu Sasti masih di sekolah. Semua rekan merasa yakin bahwa tidak ada satu guru pun yang masih ada di sekolah. Mereka pun pulang tanpa ada firasat apapun. Dan memang masih ada office boy yang jadual pulangnya lebih lama dari mereka.

Mungkin merasa sudah tidak ada orang lagi, tidak lama pun dua office boy mengunci sekolah dan pulang. Sekolah pun sudah sepi, walaupun masih ada beberapa guru di unit lain yang belum pulang.

Satu ketika, ada suara teriakan yang berasal dari unit smk. Mendengar teriakan itu, satu orang guru smp pun mencari asal suara. Dan betapa terkejutnya ia ketika bu Sasti ditemukan sudah berada di tanah, terlihat kesakitan sambil memegangi kakinya.

Guru smp, “Ibu kenapa?”

Bu Sasti, “Saya jatuh, pak!”

Guru smp, “Jatuh dari mana?”

Bu Sasti, “Dari atap kamar mandi pak!”

Guru smp, “Koq bisa?”

Sambil merintih kesakitan, bu Sasti pun cerita bahwa ia ketiduran di Ruang UKS, sendirian. Ketika terbangun, ia menyadari bahwa sekolah sudah sepi dan ternyata pintu depan gedung sekolah sudah terkunci. Panik, tidak tahu harus bagaimana, (ia pun tidak kepikiran untuk menelepon dari dalam), ia pun berusaha mencari jalan keluar. Ia naik ke lantai 2 gedung sekolah dan mencari jendela untuk keluar. Akhirnya ia pun berhasil keluar gedung, namun masalah berikutnya adalah bagaimana ia bisa turun dari lantai 2. Ia pun menuju atap lorong kamar mandi dan melompat dari ketinggian 2 meter.

Setelah mendengar cerita bu Sasti, sambil mencari bantuan, guru smp itupun mencari mobil yang bisa membawa bu Sasti ke tukang urut karena kakinya patah. Dan setelah diperiksa dan diobati, ia mengalami patah tulang kaki dan harus istirahat total selama 3 bulan penuh! Bayangkan dia harus cuti mengajar dan gajinya pun tidak bisa diterima secara penuh karena memang belum diangkat menjadi guru tetap.

Sejak saat itu, bu Sasti pun mulai menghilangkan kebiasaan tidurnya, walaupun terkadang masih juga ditemukan ia sedang pulas di ruang UKS atau ruang lain yang membuatnya nyaman. Ya, semoga beliau bisa belajar dari kelalaiannya dan tidak berulang untuk yang kedua kalinya. Semoga orang lain pun bisa belajar dari insiden yang cukup memalukan dan membahayakan ini.