Siapa yang tidak mengenal dua hewan ini, kupu-kupu yang lucu dan berterbangan mencari bunga-bunga yang kembang dan menghisap madunya, dan kura-kura dengan pelindung cangkang yang keras yang bermoto biar lambat asal selamat.

Tapi bukan kedua hewan itu yang ingin saya bicarakan disini. Kupu-kupu dan kura-kura ini adalah istilah anak kampus yang baru saya dengar. Maklum, sebagai guru sma, tentu banyak murid-murid saya yang sekarang sedang berjuang meraih cita-cita mereka di perguruan tinggi masing-masing.

Ada satu alumni yang berkisah tentang kehidupan kampus. Mereka mengenal istilah kupu-kupu yang merupakan akronim dari kuliah-pulang kuliah-pulang, dan kura-kura alias kuliah-rapat kuliah-rapat. Istilah yang cukup menarik bagi saya.

Memang kehidupan kampus merupakan masa kita membuktikan siapa diri kita sebenarnya. Dari sini kita bisa tahu akan seperti apa kita ke depannya. Dan dari dunia kampus pula banyak tumbuh calon-calon pemimpin bangsa dan negara yang tertarik di bidang politik.

Banyak wadah yang mampu menampung aspirasi dan talenta mahasiswa. Salah satu wadah yang memicu pemimpin adalah bergelut di senat mahasiswa, baik di fakultas maupun di universitas.

Nah, dua gambaran mahasiswa ini seolah-olah ingin membagi dua kelompok besar antara mahasiswa yang hanya berorientasi pada kuliah, tanpa adanya keterlibatan aktif di kegiatan atau organisasi mahasiswa dan mahasiswa yang aktif di organisasi dengan kesibukan mereka membagi waku antara kuliah dan rapat organisasi yang mereka geluti.

Kupu-Kupu

Mahasiswa jenis kupu-kupu adalah mahasiswa yang hidupnya hanya untuk belajar. Berangkat dari rumah sesuai dengan jam kuliah. Di kampus, hanya sibuk mengikuti jam-jam perkuliahan. Kuliah beres, maka mereka akan langsung meluncur kembali ke rumah atau sekedar refreshing di mal-mal atau tempat-tempat nongkrong lainnya. Tidak ada hasrat untuk terlibat dalam keorganisasian yang menyita waktu mereka. Mereka cenderung pasif dan tidak terlalu peduli dengan gejolak kampus. Sebut saja, jika ada demo, mereka adalah makhluk manis yang duduk manis di depan pesawat televisi menyaksikan kawan-kawan mahasiswa lainnya yang sedang memperjuangkan perubahan. Bahkan sebagian kecil dari mereka akan mengutuk sesama mahasiswa yang berdemo karena berpikir mereka hanya buang-buang tenaga. Secara umum mereka cuek dan apatis dengan kehidupan keorganisasian di kampus.

Kura-Kura

Kura-Kura adalah mahasiswa dengan banyak aktivitas di kampus. Mereka mempunyai misi untuk aktif dan cenderung merupakan mahasiswa dengan tujuan politis. Artinya mereka aktif berorganisasi dengan tujuan yang cukup jelas. Ingin menjadi mahasiswa yang mampu memberikan kontribusi besar dengan ide muda dan liar mereka dalam menyikapi berbagai perubahan. Hidup mereka akan berkutat dengan jadual kuliah dan jadual rapat. Bahkan ada sebagian kecil mahasiswa yang keasyikan berorganisasi sampai-sampai melupakan kuliah. Biasanya mahasiswa kura-kura akan berada di kampus lebih lama dibanding mahasiswa lainnya. Tongkrongan mereka adalah ruang senat, mushola, masjid. Dengan gaya seolah manusia super sibuk di kampus, mereka menjadi penggerak setiap aktivitas yang dijalankan di sekitar kampus. Kalau perlu mereka akan menginap di kampus demi membahas ide atau rencana pergerakan mereka. Demo merupakan salah satu alat bagi mahasiswa kura-kura untuk menunjukkan pada dunia betapa mereka peduli pada perubahan besar yang lebih baik. Mahasiswa kura-kura lah yang memiliki cikal bakal masyarakat yang akan terjun di dunia politik.

Bagaimana dengan Anda? Kupu-kupu atau Kura-kura?