Mengajar anak-anak sekolah menengah atas dan kejuruan, berarti mengajar anak-anak remaja yang beranjak dewasa. Ada-ada saja tingkah laku mereka. Dari yang bikin naik darah sampai yang membuat tertawa terpingkal-pingkal. Semuanya serba ada. Apalagi di kelas yang mayoritas cowok. Harus benar-benar tahan banting dah! Ibarat kata nih ya, uji nyali dan kepedean! Soalnya kalau gak kuat-kuat iman, atau gak tahan pede, bisa habis dilibas perilaku mereka yang kadang suka unik dengan gaya yang tengil.

Di tahun-tahun pertama saya mengajar anak SMK jurusan TI atau TKJ, yang notabene lebih banyak siswa dibandingkan siswinya, rasa gelisah dan panas dingin sempat menghantuiku. Dandan di depan cermin gak selesai-selesai. Khawatir ada sesuatu yang salah yang jadi incaran ledekan anak-anak baru gede itu. Persiapan PD pun ditambah, hampir dua kali lipat mengajar anak perempuan. Siapa tahu ditengah-tengah jalan kehabisan rasa PD, jadi harus benar-benar disiapin deh.

Setelah sekian lama mengajar anak-anak ABG itu, saya pun mulai banyak belajar dan bisa mengambil pengalaman cara dan trik terbaik untuk bisa bertahan dan menjadi guru gaul buat mereka. Soalnya kalau gurunya gak berusaha untuk bersahabat dengan anak muridnya, maka akan ada jarak yang memisahkan ikatan batin antara guru dan murid. Dan, pada akhirnya akan jadi repot jika peserta didik takut dan memilih untuk meluapkan curhatannya ke orang yang kurang tepat.

Ini beberapa cara dan trik saya selama mengajar dan menangani anak-anak usia ABG.

Pertama, tebarkan senyuman. Memasuki ruang kelas, anda harus bisa menunjukkan rasa senang bertemu mereka dan memasang lukisan senyum tulus di wajah. Karena anak-anak mampu membedakan mana senyuman yang diberikan dengan ikhlas, mana senyuman yang palsu, yang berfungsi hanya sekedar sebagai penghias wajah.

Kedua, beri salam dengan lantang, tenang dan percaya diri. Keraskan suara anda sehingga anak-anak yang duduk di baris belakangpun mampu merespon kita dengan minimal menolehkan wajah mereka. Suara yang lantang mampu menggetarkan dan menularkan enerji positif dari diri kita kepada mereka.

Ketiga, siap menikmati celetukan mereka dengan membalasnya secara cerdas. Belajarlah memberikan respon cepat dan cerdas untuk mengimbangi lontaran kata atau ungkapan apapun yang keluar dari mulut mereka.

Keempat, bersenda gurau lah dengan mereka, niscaya mereka pun akan luluh dan merasa nyaman dengan keberadaan kita di dekat mereka. Ciptakan suasana kendur dan menyenangkan. Hindari aura ketegangan yang kerap kali terjadi pada anak-anak itu.

Kelima, jadilah pelawak yang terbaik untuk anak-anak didik kita. Peran yang sulit memang, tetapi tetap saja, layak diujicobakan sehingga mereka pun bisa merasa terhibur dan senang dengan kehadiran guru mereka.

Keenam, tunjukkan kepercayaan diri anda untuk para peserta didik anda sehingga apapun yang mereka katakan dan lontarkan menjadi semacam jalan untuk kita lebih percaya diri.

Ketujuh, jadilah guru gaul yang cerdas! Yang bisa menyelami kondisi siswa secara akademis maupun secara emosional. Posisikan diri anda sebagai sahabat terbaik mereka sehingga mereka dapat dengan mudah diberi saran atau nasehat.

Yang pasti, mengajarlah dengan segenap hati dan jiwa. Maka aura kasih sayang ke mereka pun akan terpancar dan dapat dirasakan oleh peserta didik kita.🙂