Menarik memperhatikan bagaimana fenomena para artis Indonesia mencoba bertahan di dunia yang keras dan penuh intrik. Lihat saja artis-artis cilik kita yang dulunya sangat tenar, kini namanya entah tertimbun apa. Hanya sebagian kecil dari artis cilik kita yang tetap bisa mempertahankan keharuman namanya hingga dewasa.

Sebut saja beberapa artis ini:

1. Joshua Suherman

Anda mungkin tak akan pernah lupa dengan lagu “obok-obok”. Lagu fenomenal yang dinyanyikan oleh bocah cilik, imut dan menggemaskan bernama Joshua Suherman. Dengan logat Surabaya yang kental, Joshua berhasil memikat jutaan hati rakyat Indonesia yang haus akan sajian lagu anak-anak yang sederhana tetapi enak didengar. Suaranya yang polos dan khas anak-anak memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia saat itu. Joshua pun sempat menikmati menjadi bintang film di “Joshua oh Joshua”. Sempat bertahan selama beberapa tahun, nama Joshua pun menghilang ditelan bumi. Entah apa aktivitasnya selama masa hiatus itu. Mungkin ada beberapa perannya di sinetron atau film televisi, namun itu pun tidak banyak dan belum mampu mengangkat namanya kembali. Yang pasti hingga saat ini belum terdengar lagu atau album yang dikeluarkan Joshua yang mampu menggebrak dunia musik Indonesia. Hingga tadi malam, saya melihat kembali iklan yang dibintangi Joshua kecil dan kembali dibintanginya lagi sebagai usaha produsen produk tersebut untuk memberikan kesan kualitas yang tidak berubah.

2. Enno Lerian

Lagu nya yang bertajuk “nyamuk-nyamuk nakal” memang tak pernah lekang dari ingatan kita. Wajah cantik nan mungil dengan ciri khas tahi lalat di dekat hidung membuat Enno Lerian mudah dan cepat dikenali oleh penikmat musik anak-anak Indonesia. Di masa nya, Enno pun mengungguli rekan-rekan artis cilik lainnya. Tapi, kemanakah ia sekarang? Enno remaja dan dewasa hampir tidak pernah terendus kamera para wartawan. Kamera membidiknya ketika ia menikah untuk pertama kalinya dengan mantan suaminya yang pertama. Itupun disertai dengan berita tidak sedap yang menyertai pernikahannya. Ya, Enno menikah karena sudah hamil duluan, alias married by accident. Hal ini menjadi preseden buruk bagi ketenarannya. Masyarakat tak pernah menyangka gadis cilik itu bisa tumbuh menjadi remaja yang terbawa arus pergaulan bebas. Sangat disayangkan memang. Pernikahannya pun harus kandas di tengah jalan. Dan perjuangan serta usahanya untuk kembali di dunia entertainment sepertinya tidak berjalan mulus. Ia harus puas menerima peran-peran kecil di sinetron televisi. Bahkan ia sempat membintangi film layar lebar namun dengan peran kelas dua. Lebih parahnya, tidak pernah ada lagi lagu indah yang dilantunkannya.

3. Puput Melati

Setali tiga uang dengan Enno Lerian. Namanya menghilang menginjak usianya yang remaja. Ketika terdengar lagi, hanya memberitakan pernikahannya, itupun gagal. Dan berita tentangnya kembali mencuat setelah ia kembali menikah dengan ustadz muda yang sedang naik daun, ustadz Guntut Bumi.

Ada apa dengan ketenaran para artis cilik itu? Apakah mereka tidak mampu mempertahankan kedigjayaan mereka ketika mereka masih kecil? Ataukah memang mereka hanya ingin menjadi artis cilik saja? Atau mungkin sulit menjaga kepopuleran mereka sehingga mereka pun memutuskan mundur dari dunia kerartisan? Yang pasti fenomena artis cilik ini tidaklah sedikit. Masih banyak artis-artis cilik yang tenar, kini namanya tenggelam entah kenapa.

Namun, di sisi lain kita masih memiliki artis cilik yang namanya tidak pernah pudar. Sebut saja:

1. Agnes Monica

Tak perlu kita pertanyakan lagi bagaimana kiprah artis yang namanya sudah mulai go internasional. Hampir tidak ada jeda atau waktu hiatus dari dunia entertainment bagi nama besar Agnes Monica. Kerja keras dan ketekunan sepertinya menjadi kekuatan nya untuk bertahan dan tetap melejit di dunia yang keras ini.

2. Sherina Munaf

Sempat sebentar menghilang ketika usianya menginjak remaja, masa-masa sekolah menengah, namun Sherina kembali mengguncang dunia musik Indonesia dengan karya-karyanya yang apik dan ciamik. Sebut saja lagu-lagu nya yang berjudul “cinta pertama dan terakhir” dan “geregetan”, sempat menjadi lagu yang melekat di telinga para penikmat musik di Indonesia.

3. Derby Romero

Lawan main Sherina di film “Petualangan Sherina” ini pun masih bisa bertahan dengan peran-perannya di sinetron televisi dan film layar lebar. Ia pun masih mengeluarkan album dengan lagu-lagu yang enak didengar dan menjadi hits di beberapa tangga musik Indonesia.

Apa sebenarnya yang menimbulkan fenomena berbeda ini. Kemampuan vokal kah? Atau keuletan dan kerja keras? Yang pasti vokal bagus dan prima serta kerja keras seharusnya menjadi modal utama untuk tetap bertahan di dunia entertainment yang banyak intrik ini.

Semoga saja para calon artis akan bisa belajar dari banyak pengalaman artis-artis pendahulu mereka.