Tak terasa, semester dua tahun ini sudah di pertengahan jalan. Setelah sibuk dengan ujian mid tes bagi siswa kelas X dan XI serta ujian akhir sekolah bagi siswa kelas XII, kami pun disibukkan dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional yang pelaksanaannya tinggal 10 hari lagi. Biasanya, selesai Ujian Nasional, akan ada waktu bagi para siswa kelas XII itu untuk berwisata menghilangkan stres dan penat setelah ujian.

Menilik tentang wisata kelas XII, panitia pun dibentuk jauh-jauh hari. Hal ini berkaitan dengan proposal kegiatan, pendanaan, pemesanan akomodasi dan lain-lain. Setelah berdebat panjang saling mengungkapkan ide dan saran, akhirnya diputuskan wisata kali ini adalah ke Jogjakarta. Tujuan ini pun diambil berdasarakn angket siswa. Karena lokasi yang dituju lumayan jauh dan memakan waktu panjang, tentunya pengurusannya harus dilakukan jauh-jauh hari pula.

Nah, karena keasyikan mengurusi tour, ada satu hal yang hilang disini. Yaitu greget dan kesakralan Ujian Nasional itu sendiri. Sempat pihak manajemen mengingatkan bahwa ada kesan Ujian Nasional terkalahkan dan tak terdengar genderangnya karena tertutup oleh euforia wisata. Sangat disayangkan memang. Ketika acara wisata disetujui, semua orang sibuk dengan bagian tugas masing-masing. Sampai-sampai, tidak terlihat antusiasme dan ketegangan di wajah-wajah siswa siswi kelas XII. Bahkan mereka cenderung santai dan cuek.

Melihat kondisi seperti ini, perlu lah kemudian para guru untuk mengembalikan esensi dan urgensi Ujian Nasional yang merupakan salah satu faktor utama kelulusan siswa dari sekolah menengah atas. Harus dibangun kembali suasana ‘seram’ dan sedikit ‘menegangkan’ sehingga ada motivasi siswa untuk lebih sigap dan siap menghadapi Ujian Nasional tersebut, dan bukannya mengabaikan dan membawa santai.

Perlu diingat bahwa tour adalah satu cara untuk melepas penat, menghilangkan kejenuhan dan bersenang-senang. Namun, jika siswa-siswi kelas XII nya tidak lulus ujian, apa jadinya fungsi tour tersebut? Jadi tetap, Ujian Nasional menjadi prioritas utama siswa, guru dan sekolah saat ini. Tempatkan kepengurusan tour secara wajar sehingga esensi Ujian Nasional tidak tertutup oleh euforia jalan-jalannya saja.

Semoga seluruh siswa kelas XII SMK lulus tanpa ada yang tertinggal! Amin🙂