Jujur, saya tidak terlalu tertarik dengan dunia politis. Apalagi saya tidak terlibat di dalamnya. Sebut saja pemilihan gubernur DKI Jakarta. Selain saya bukan warga Jakarta yang memiliki hak pilih dan wajib memilih, saya pun tidak mengenal siapa saja calon yang bakalan mengajukan diri menjadi. Saya hanya mengenal satu nama, yaitu JOKOWI!

Ketenaran nama Jokowi sendiri tentu bukan karena ia sudah dikenal masyarakat luas seIndonesia. Sebelum pencalonan, namanya mungkin hanya tenar di daerah Solo, kota tempat ia menjabat sebelumnya. Lalu, mengapa sekarang ia menjadi tenar? Lalu siapa dan kemanakah calon gubernur lainnya? Seolah-olah calon nya hanya ada satu alias tunggal alias monopoli, yaitu JOKOWI saja.

Salah satu pihak yang bertanggung jawab akan ketenaran jokowi adalah kompasiana dengan banyaknya para kompasianer yang mengulas, membahas, memberitakan dan mewartakan tentang Jokowi, termasuk saya tentunya. Entah apa yang menarik dari seorang Jokowi hingga ratusan orang menulis tentang dirinya. Sebegitu menarikkah kisah seorang Jokowi? Atau malah sebaliknya? Sebegitu burukkah ia sampai harus dijadikan warning bagi para warga DKI untuk tidak memilih dia?

Saya sendiri menulis ini hanya untuk merefleksi bahwa semakin kita menuliskan nama Jokowi atau memunculkan ulasan tentang Jokowi, maka dengan mudahnya Jokowi meraih ketenaran tanpa harus bersusah payah membayar orang untuk mempromosikan dirinya. Tulisan yang mengulas tentang dia menjadi rangkaian promosi gratis bagi ketenaran sosok dia sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Apapun isi tulisannya, entah mengangkat atau malah memojokkan namanya, namun efek pengiringnya itu bisa sangat menguntungkan bagi Jokowi.

Dan kita, para kompasianer yang menuliskan tentang Jokowi, pastinya menjadi bagian dari penyebab ketenaran Jokowi semakin berkibar. Jadi kalau suatu saat saya ditanya “Siapa kandidat gubernur DKI Jakarta saat ini?” Jawaban saya adalah “Jokowi”. “Siapa kandidat yang lainnya?” Jawabannya saya “tidak tahu!”

Maka saya bisa bilang bahwa Jokowi sangatlah beruntung memiliki kompasianer yang peduli tentangnya, menaruh perhatian padanya, tertarik menuliskannya dan mengenalkannya pada khalayak ramai.