Satu ketika saya sedang browsing di youtube. Saya adalah penggemar film serial TV The X Files dan film layar lebarnya. Anda mungkin pernah menonton film tersebut. Dua pemeran utamanya adalah aktor David Duchovny dan aktris Gillian Anderson. Tak sengaja saya menemukan video rekaman wawancara Gillian Anderson di acara “David Letterman Show”. Penasaran, saya pun membuka video tersebut.

Ternyata setelah saya dengarkan, wawancara antara Gillian dan David itu berkisah tentang perjalanan liburan Gillian bersama putrinya selama 2,5 bulan ke beberapa negara Eropa dan Autralia, termasuk Bali! Karena mendengar ia menyebutkan Bali, saya pun semakin tertarik untuk melihat video tersebut. Bahkan David Letterman sendiri terlihat sangat curious dengan Bali. Mungkin baginya negara-negara Eropa dan Australia sudah tidak asing di telinganya. Nah, ketika terdengar Bali disebutkan, David pun bertanya lebih jauh tentang Bali.

Yang mengejutkan adalah ketika Gillian ditanya letak Bali, dia hanya menjawab dekat dengan Lombok, yang tentu saja tidak familiar juga untuk David. Melihat David kebingungan, Gillian pun menambahkan bahwa Bali terletak di utara Australia, di Samudra Hindia (walaupun dia tidak terlihat yakin dengan jawabannya sendiri).  Di Bali banyak di temui pohon palem dan sangat indah. Ketika ditanya apakah masyarakat Bali primitif, Gillian hanya menjawab bahwa kehidupan di sana sangat menarik, walaupun standar hidupnya tidak terlalu tinggi. Negara yang sangat spiritual karena banyak ditemukan patung-patung dewa.

Gambaran yang cukup menarik walaupun saya sempat bertanya-tanya, kapan nama Indonesia disebutkan? Ternyata tidak sekalipun! Gillian berpikir bahwa Bali adalah sebuah negara, yang terletak di bagian utara negara Australia.

Lalu, dimana peran departemen pariwisata Indonesia? Tidak adakah nama Indonesia disebutkan di setiap sudut pulau Bali? Apakah pihak pariwisata Bali tidak pernah menyampaikan tentang posisi Bali pada para wisatawan asing tersebut? Ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah daerah Bali untuk mengenalkan pada dunia bahwa Bali adalah sebuah pulau bagian dari negara Indonesia. Sehingga penilaian yang salah terhadap status Bali sebagai sebuah negara tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.

Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah penguasaan bahasa Inggris para pelaku wisata di Bali. Gillian mengakui bahwa bahasa Inggris mereka cukup bagus. Namun, ada kalanya mereka tidak memahami satu kata penting yang ditanyakan atau diminta oleh si turis. Hal ini ia alami ketika ia bertanya apakah pihak hotel memiliki cardboard untuk membawa lukisan yang ia beli di sana. Karena pemahaman antara Gillian dan pihak hotel berbeda, akhirnya Gillian pun menyerah dan tidak jadi meminta barang yang ia maksud. Saya pikir hal ini harus juga menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah Bali sebagai cara meningkatkan pelayanan mereka terhadap turis mancanegara.

So, Where is Bali? It’s in Indonesia, Gillian!