Meruaknya berita tentang serangan serangga Tomcat di Surabaya memang memprihatinkan. Hingga saat ini, penderita gigitan Tomcat ini sudah mencapai angka 300an. Tentu angka yang cukup menakutkan bagi warga, khususnya wilayah Surabaya.

Melihat perkembangan kasus Tomcat ini, DPRD Surabaya pun memberikan perhatian khusus pada serangga yang berukuran seperti semut rangrang ini. Ada wacana bahwa akan ada pembasmian Tomcat untuk menghentikan serangannya terhadap warga masyarakat. Namun, pihak DPRD menanggapi bahwa tidak perlu adanya pembasmian terhadap serangga Tomcat ini. Warga pun diberikan penyuluhan bagaimana cara menghindari gigitan Tomcat atau mengurangi dampak dari gigitan serangga tersebut.

Secara alamiah, Tomcat akan hidup di areal pesawahan. Akan ada ribuan Tomcat yang dijumpai di sawah. Tomcat ini sendiri merupakan serangga sahabat petani karena kehadirannya mampu menyingkirkan serangan hama wereng yang sering mengancam kelangsungan hidup tanaman padi. Untuk itu bagi para petani, keberadaan Tomcat justru menjadi keuntungan bagi mereka.

Tomcat yang biasa hidup areal persawahan ini bisa menyebar ke daerah pemukiman warga dikarenakan terbawa oleh sapuan angin, yang akhir-akhir ini memang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Untuk itu, sebenarnya warga tidak perlu terlalu memandang serangga ini sebagai hewan yang mematikan dan perlu dibasmi. Karena, faktanya, serangga ini sangat bermanfaat bagi kehidupan para petani untuk dapat membantu menjaga tanaman padi mereka dari serangan hama wereng.

Tomcat? Waspadai saja keberadaannya di tengah-tengah kita, tanpa perlu dilakukan pembasmian, karena mereka adalah sahabat para petani.