“Wah, kotor deh!”

“Aduh, gimana nyuci bajunya?”

“Ih, bau banget. Bisa hilang gak ya?”

“Kayaknya bajunya beli baru aja nih!”

“Tadi sih pakai baju yang lama aja!”

Itulah komentar para bunda ketika melihat buah hati mereka nyebur ke kubangan lumpur untuk memandikan kerbau, ke sawah untuk belajar menanam padi dan ke kolam penuh lumpur untuk menangkap ikan. Dengan semangat 45, anak-anak kami pun langsung menyeburkan diri ke kolam penuh lumpur itu tanpa memperdulikan kotornya. Yang sibuk dan bingung adalah para bunda yang melihat dan memperhatikan keceriaan anak-anak mereka yang sebagian baru pertama kali nyebur ke kubangan lumpur dan sawah itu. Di benak para bunda adalah bagaimana cara membersihkan pakaian mereka yang penuh lumpur. Dalam keadaan nyata seperti ini, sepertinya salah satu slogan iklan deterjen yang bunyinya “berani kotor itu baik” terlupakan oleh para bunda.

Namun, apalah arti pakaian kotor itu jika dibandingkan dengan keceriaan dan keantusiasan anak-anak mendapatkan pengalaman yang baru? Tentu tidak bisa disandingkan dengan harga atau seberapa besar biaya dan tenaga yang akan dikeluarkan untuk kembali membersihkan pakaian mereka. Bahkan ada sebagian bunda yang langsung membuang pakaian anak-anaknya karena menganggap akan sulit sekali membersihkannya. Saya terpaksa pula harus membawa pulang pakaian anak saya karena itu adalah pakaian olahraganya yang terbaru. Siap mencuci sampai bersih! Yah, demi kesenangan dan pengalaman berkesan bagi anak, apapun akan kita lakukan bukan?

Memang terkadang kita harus membayar mahal untuk sebuah pengalaman berharga. Memandikan kerbau, menanam padi dan menangkap ikan adalah kegiatan langka yang hampir tidak pernah dilakukan oleh sebagian anak-anak jaman sekarang. Apalagi yang orang tuanya pun termasuk masyarakat kota yang tidak pernah menginjakkan kaki ke sawah atau kolam lumpur. Bagi keluarga yang memiliki sanak keluarga di kampung, mungkin pengalaman ini pernah mereka lakukan. Tapi bagi sebagian bunda, termasuk saya, ini adalah pengalaman pertama mengajak anak-anak kami berkutat dengan kerbau, padi dan ikan.

Melihat keceriaan dan suka cita anak-anak, baju yang berubah warna itu pun sudah tidak lagi menjadi perhatian para bunda. Semua mata tertuju ke anak-anak mereka yang dengan semangatnya memandikan kerbau, menancapkan tanaman padi di sawah dan berusaha menangkap ikan yang disebarkan oleh petugas tempat wisata alam tersebut. Berbagai bentuk rupa dan raut wajah anak-anak yang berusaha menangkap ikan-ikan yang mungkin pusing dengan banyaknya kaki-kaki yang berkeliaran kesana kemari mengejar mereka tampak lucu dan menggemaskan.

Pokoknya kehebohan anak-anak itu telah membuat kami lupa akan baju-baju mereka yang coklat dan berbau lumpur. Liburan yang cukup berkesan bagi anak-anak dan juga para orang tua yang ikut senang melihat keceriaan putra-putri mereka.  Tinggal bersiap-siap membawa pakaian kotor ke rumah dan mengembalikannya menjadi layak pakai. Atau untuk para bunda yang membuang baju anaknya, siap memesan baju baru lagi ke sekolah. Tidak apa-apa, bunda. Apapun pilihan kita, yang penting anak senang dan bahagia.🙂

Semangat mencuci baju, bunda…