Dunia memang sudah edan. Tidak ada lagi rasa malu yang mampu menahan manusia dari berbuat yang tidak pantas. Entah pengaruh apa yang menghinggapi masyarakat modern Indonesia. Segitu gencarnyakah budaya barat menghipnotis bangsa Indonesia hingga tak mampu lagi menyaring mana yang baik dan buruk untuk kita pertimbangkan.

Salah satu pengaruh buruk yang mulai menghinggapi hati setiap individu adalah adanya statement yang mengatakan bahwa “gak selingkuh, ga gaul!’ Ini bukan hanya isapan jempol belaka. Kejadian ini nyata terjadi pada salah satu kerabat yang saya tahu, walaupun saya dan dia tidak terlalu saling mengenal.

Dia adalah seorang perempuan berusia sekitar 38 tahun. Seorang abdi negara. Hingga kini perkawinannya belum dikarunia anak. Awalnya, saya mengenalnya sebagai sosok wanita yang cukup bersahaja dan terpandang. Maklum, dia berasal dari keluarga yang cukup berada. Setelah kedua orangtuanya meninggal, praktis dia hanya tinggal bersama saudara-saudaranya saja. Dia menikah dalam usia yang matang. Pernikahan ini pun ternyata bukanlah berdasarkan cinta. Dia menikahi teman pacarnya. Sungguh awal pernikahan yang tidak bagus.

Hal ini akhirnya berlanjut ke masalah-masalah perkawinan yang tidak harmonis. Merasa pernikahannya tidak semulus yang ia bayangkan sebelumnya, dia pun mulai mencari kebahagiaan di tempat lain. Inilah yang menyebabkannya terjerumus ke dalam jurang perselingkuhan yang dalam. Teman selingkuhannya sendiri adalah seorang pria beristri. Layaknya pasangan kekasih, hubungan pun berjalan via sms , telpon bahkan bertemu langsung.

Ketika diingatkan, dengan enteng dia berujar,”wah, hari gini masih ngurusin orang? dah gak jaman kali. lagian sekarang mah udah jaman modern. Ga punya selingkuhan gak gaul”. Innalillahi…hanya itu yang terucap dari salah satu kerabat dekatnya juga. Sesuatu yang dianggap tabu dan berdosa, kini tak lagi menghantui mereka. Tak ada istilah kata takut melakukan kesalahan yang mereka perbuat. Hal -hal yang salah pun bisa menjadi sesuatu yang indah dan beralasan. Dia bukanlah satu-satunya wanita yang berselingkuh, masih banyak cerita serupa di luar sana.

Apakah gaul itu berarti seberapa banyak kita melakukan hal-hal salah? Apakah gaul bermakna menghalalkan sesuatu yang haram? Jika demikian adanya, maka kata gaul sudah mengalami perubahan makna. Masyarakat harus mulai aware akan perubahan makna gaul ini agar tidak terjadi pembenaran atas segala perbuatan yang salah.

Semoga Tuhan membimbing kembali hamba-hambanya yang tersesat. Amin.