Seminggu terakhir ini, kemacetan kembali melanda wilayah Tambun, Cikarang, Bekasi dan sekitarnya. Bukan karena ada demo buruh atau perbaikan jalan. Kemacetan kali ini lebih banyak disebabkan oleh hadirnya NERO, SAJA dan DAHSYAT yang berseliweran setiap harinya dengan mengendarai sepeda motor, mobil bak terbuka, mobil, bis 3/4, dan lain-lain secara bergantian.

Siapakah Nero, Saja dan Dahsyat itu? Ya, mereka adalah kandidat kepala dan wakil kepala bupati kabupaten Bekasi. Dua minggu ini adalah jadual kampanye mereka yang digilir setiap harinya. Sementara, waktu pemilihan ditetapkan tanggal 11 Maret 2012. Yang namanya kampanye memang tidak terlepas dari iring-iringan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Tidak ketinggalan pula atribut kampanye berupa kaos dan bendera warni-warni. Dan tentu saja, setiap kampanye, pasti akan terjadi kemacetan di sepanjang jalan-jalan yang dilaluinya. Hal ini menimbulkan kekesalan pihak warga kebanyakan yang masih mengganggap bahwa kemacetan ini lebih banyak merugikan dibandingkan menguntungkan.

1. NERO

Kandidat nomor 1 adalah pasangan dr. Neneng Hasanah Yasin dan Rohim Mintareja yang merupakan jagoannya partai Golkar dan konco-konconya. Usia Neneng yang masih relatif muda, memang sempat membuat ragu banyak kalangan. Apalagi dia adalah pasangan yang baru saja menikah. Bagaimana jika terpilih nanti, dia dalam keadaan mengandung? Apakah dia akan langsung cuti? Lalu, pasangannya, Rohim, entah siapa dia. Tak ada informasi yang terdengar tentangnya.

2. SAJA

Yang merupakan kependekan dari pasangan Sa’duddin dan Jamalullail ini mendapat dukungan penuh dari PKS, PPP, dan PKB.  Sebagai kandidat yang posisinya masih menjabat kepala Bupati Bekasi ini, nama mereka cukup diuntungkan. Masyarakat masih cukup familiar dengan nama Sa’duddin walaupun kinerja pemerintahannya yang sedang dijabat saat ini tidak mendapat penilaian positif secara penuh dari masyarakat. Pemerintahannya masih dianggap kurang jujur dan kurang adil. Masih banyak birokrasi yang rumit untuk berbagai keperluan. Namun, dengan posisinya sekarang, SAJA bahkan mampu mengundang band papan atas UNGU untuk ikut memeriahkan kampanyenya hari minggu lalu di lapangan Permata Metropolitan, Tambun.

3. DAHSYAT

Darip dan Jejen Sayuti menjadi kandidat nomor tiga dengan dukungan penuh dari PDI Perjuangan. Berdasarkan yang saya dengar dari beberapa kawan, Dahsyat ini terkesan kurang greget dan adem ayem saja. Tidak seperti kedua saingannya di atas, tidak banyak terlihat kampanye heboh yang diusungnya.

Secara pribadi, saya tidak melihat ada program baru dan bagus yang diusung ketiga kandidat itu. Saya sudah merasa pesimis dengan kinerja para wakil rakyat itu. Sepertinya, tidak di pusat, tidak di daerah, kinerja para wakil pemerintahan kita semrawut. Entah karena memang kinerja para pegawai pemerintahan itu yang tidak bagus dan cakap, atau memang karena pimpinannya yang tidak kompeten dalam mengatur dan menjalankan pemerintahan yang diampunya? Yang pasti, dari ketiga kandidat tersebut, tidak ada yang mampu menarik minat saya untuk ikut menggunakan hak suara saya.

Menjadi golput mungkin bukan pilihan terbaik bagi anggota masyarakat yang taat hukum. Namun, terkadang hak kita pula untuk tidak menggunakan hak pilih kita jika memang pihak yang akan kita pilih belum mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan mereka secara nyata. Janji kampanye yang mereka gembor-gemborkan menjadi suatu hal yang hilang bersama hembusan angin, tak berbekas, dan tak terpatri dalam setiap gerak dan kinerja para wakil rakyat itu.

Harapan saya bahwa warga Bekasi benar-benar mampu memilih kandidat terbaik mereka yang akan memajukan Bekasi secara utuh dan merata, secara jujur dan bijaksana, dalam kapasitas terbaik mereka sebagai calon pemimpin kabupatan Bekasi, wilayah padat industri..

Selamat berkampanye sehat bagi NERO, SAJA, dan DAHSYAT!

Selamat menggunakan hak pilih pada tanggal 11 Maret 2012 bagi seluruh warga Bekasi!