Source: ceramahideologis.wordpress.com

Padahal udah pernah ngerasain sakitnya jatuh cinta, tapi tetep aja aku jatuh cinta lagi, dan sakit lagi! Well, tapi itulah hidup. Ada cinta ada benci. Ada jatuh ada sakit. Ada senang ada sedih. Ada hitam ada putih. Yin and Yang.

Ketika cinta datang menyapamu dari arah yang tak terduga, maka balaslah ia. Beri senyuman terindahmu padanya. Berikan sapaan terlembut untuknya. Nyanyikan lagu terindah baginya. Bahkan tunjukkan perilaku dan tampilan terbaikmu di hadapannya.

Ketika cinta menyampaikan salamnya, terimalah. Ia datang untuk menjemputmu. Ia datang ingin bercengkrama denganmu. Ia datang untuk mencerahkan hari-harimu. Bahkan ia datang untuk mengisi hatimu yang hampa.

Namun,

Ketika cinta membuatmu menangis, nikmati saja. Cinta bisa memberikan rasa bahagia, rasa nyaman, rasa senang, rasa dihargain. Cinta pun bisa memberikan rasa sedih, rasa galau, rasa sakit, rasa nyeri, rasa sesak di dada. Cinta berbuat begitu karena terkadang si cinta tak berhasil menemukan hati untuk menampung cintanya. Tak menemukan tempat untuk mengungkapkan sayangnya. Tak menemukan rasa yang sama terhadapnya. Ketika itulah cinta tak berbalas.

Sakitkah? Pastinya. Pedihkah? Tentu saja. Manusiawi dan sangatlah wajar. Setelah cinta datang, maka kita juga harus siap jika suatu saat cinta akan pergi. Maka kebahagiaan akan berganti dengan kesedihan. Kesenangan akan tertutup dengan kehancuran hati. Kita cukup melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tinggal pada cinta. Walaupun diiringi dengan kesedihan, namun rasa sedih itu akan kembali terkikis oleh cinta dan rasa bahagia yang baru, yang kehadirannya pun tak dapat diterka.

Jatuh cinta? Enjoy aja, kawan🙂