Wah, aku sedikit terlambat membuka kompasiana lagi. Ternyata Minggu tanggal 26 Februari adalah hari terakhirku bercengkrama dengan the old kompasiana. Tak ada angin tak ada hujan tak ada notification, tiba-tiba semuanya berubah, bak sulapnya si Deddy Corbuzier. Entah apa yang kurasakan dengan wajah barumu, kompasiana. Senangkah? Sedihkah? Kagetkah? Sukakah? Benar-benar belum terdeteksi rasaku pada wajah barumu. Yang pasti, ada beberapa hal yang bisa kurekam secara sekilas.

1. Arsip tulisanku entah dimana.

Di wajahmu yang lama, akan sangat mudah menemukan arsip-arsip tulisanku, dengan rubriknya masing-masing. Dengan begitu akan memudahkan aku dan mungkin para pembaca kompasiana, untuk melihat-lihat tulisan-tulisanku yang terdahulu. Namun, di wajahmu yang baru, sepertinya hal itu menjadi mustahil. Kecuali kalau aku dan para pembaca mau dengan sukarela melihatnya via daftar halaman yang terletak di paling bawah site.

2. Tulisannya jadi imut.

Dengan tulisanmu yang terkesan lebih imut, wajahmu terlihat sedikit lebih tirus. Ada penyempitan retina saat aku melihat huruf-huruf yang lebih kecil di layar komputerku. Bagi yang berkacamata, sepertinya hal ini sedikit banyak menggangu kenyamanan mereka membaca tulisan.

3. Lebih ringkas tapi lebih sepi.

Wajahmu yang sekarang tempak lebih simple dan ringkas, tapi koq berkesan sepi ya? Terlalu kalem, terlalu diam, terlalu flat? Bagiku ada kesan ceria yang hilang diwajahmu. Kalau digambarakn pakai emoticon, garis mulutnya itu berupa garis lurus, dan bukan lengkung pembentuk senyuman.

4. Jenis post terpampang di setiap arsip.

Satu kelebihanmu dengan wajah barumu adalah terpampangnya jenis post di setiap artikel atau tulisan yang aku buat. Ini tentunya dapat mengarahkan pembaca kompasiana tentang isi tulisanku dan tulisan para kompasianer lainnya.

Well, terkadang sesuatu yang baru memang sedikit mengejutkan dan membuat kita tidak nyaman. Ada saja hal-hal yang bisa menimbulkan kritikan atau pujian dari perubahan itu sendiri. Biarlah tulisan ini menjadi rekaman asaku terhadap perubahan itu. Ke depan, aku yakin perubahan ini akan menjadi suatu yang kembali biasa dan memungkinkan adanya perubahan lain lagi.

Semangat Perubahan!🙂