Ini kisah seorang kawan ketika ia pertama kali datang mengadu nasib ke Pulau Jawa. Ia berangkat dari Medan dengan bis dan tiba di terminal Pulo Gadung, Jakarta. Dengan bawaan yang super banyak, khas orang udik, sebutan bagi orang kampung yang bertandang ke Jakarta, ia pun turun dengan perasaan campur aduk, antara senang, lega dan takut, karena itulah kali pertama ia menginjakkan kaki di tanah Jawa.

Awalnya, salah seorang kakaknya akan menjemputnya di terminal Pulo Gadung. Namun, berjam-jam ditungggu, sang kakak tidak juga datang. Akhirnya, ia pun memutuskan bertanya kepada seseorang diterminal.

“Pak, mobil ke Tambun yang mana ya?” tanyanya.

“Oh, naik aja mobil 3/4!” jawabnya.

“Oh gitu, makasih, Pak!” balasnya.

Ia pun kembali ke tempat ia menitipkan barang bawaannya ke seseorang. Matanya pun mulai mencari mobil 3/4 yang dimaksud. Hampir dua jam ia mencari, namun tak kunjung pula ditemukan mobil 3/4 itu. Leher berasa panjang memperhatikan setiap mobil yang  lewat. Penasaran, ia pun kembali bertanya pada orang lain.

“Pak, mobil ke arah Tambun yang mana ya?” tanyanya lagi.

“Oh, mba naik mobil 3/4 aja. Jalan ke arah sana. Nah, tuh mobilnya kelihatan!” sambil menunjuk ke arah bis kecil yang sedang menunggu penumpang.

Oalah…ternyata mobil 3/4 itu bis kecil. Ia pun tersadar sambil tertawa geli. Jadi selama berjam-jam ia menanti mobil yang bernomor 3/4 yang tak kunjung hadir. Dia berpikir 3/4 adalah nomor mobil. Sampai tahun depan juga gak bakalan ketemu, kawan!🙂

Akhirnya ia pun naik bis 3/4 tersebut dan melaju menuju Tambun, Bekasi dengan selamat.

Selamat Datang di Jakarta, kawan!