Istilah PTK atau Penelitian Tindakan Kelas akhir-akhir ini sedang booming. Bagaimana tidak, PTK yang dulu masih dianggap sebelah mata dan tidak tersentuh sedikitpun oleh para guru di Indonesia, kini seolah-olah menjadi satu wacana dan bahasan yang muncul dalam berbagai diskusi. Entah diskusi tingkat sekolah ataupun setingkat nasional. Hal ini terjadi karena pemerintah sudah menetapkan bahwa bagi guru PNS yang ingin mengajukan kenaikan golongan, PTK ini menjadi syarat wajib yang harus dilaksanakan. Tidak hanya bagi PNS, bagi sebagian sekolah swasta, PTK ini menjadi salah satu syarat penilaian kinerja guru untuk proses kenaikan gaji tahunan. Itulah mengapa, banyak sekali guru yang berusaha untuk mencari tahu dan belajar kembali tentang PTK ini, atau yang dalam istilah bahasa Inggris disebut “Class Action Research“.

Salah satu usaha guru untuk memahami tentang PTK adalah dengan mengikuti workshop PTK yang diadakan hari ini, Sabtu, 18 Februari 2012 di SMAN 1 Tambun Selatan, Bekasi. Acara yang dihadiri seratus lebih peserta ini diselenggarakan oleh salah satu event organizer yang peduli akan perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek, yaitu Prima Edutama. Diprakarsai dan dijalankan oleh para guru, EO ini mempunyai visi mulia di bidang pendidikan yaitu menyelenggarakan workshop atau seminar yang diperuntukkan bagi guru.

Workshop yang menghadirkan pemateri terkenal yaitu pasangan Bapak Dedi Dwitagama dan Om Wijaya Kusumah ini sempat molor hingga 1 jam. Seyogyanya, workshop dimulai pukul 08.00 pagi. Awalnya sempat bete juga ya nunggu 1 jam, namun akhirnya panitia mengisinya dengan acara pembukaan oleh ketua panitia yang dilanjutkan dengan brain gym. Alhamdulillah, untuk brain gym kali ini, saya sudah mulai bisa mengikutinya. Sebelumnya, di seminar-seminar terdahulu, saya tidak pernah bisa berhasil melakukan brain gymnya. Lumayan, ada kemajuan.

Tepat pukul 09.20, Bapak Dedi Dwitagama dan Om Jay (panggilan akrab Bapak Wijaya Kusumah) hadir di tengah-tengah peserta workshop. Acara pun langsung diambil alih oleh Pak Dedi. Dengan gayanya yang kocak dan segar, beliau mampu membawa mood kami yang sedikit turun gara-gara keterlambatan acara, kembali menjadi termotivasi. Acara dilanjutkan dengan pengenalan singkat tentang apa itu PTK, yang dilanjutkan dengan kerja kelompok untuk mengidentifikasi dan menginventaris permasalahan-permasalahan yang muncul di kelas kami.

Setelah break untuk sholat dan makan siang, acara kembali digulirkan. Kali ini, sesi workshop diisi dengan praktik lanjutan pembuatan proposal PTK. Hebatnyaa guru-guru Bekasi, dalam waktu singkat, yaitu 35 menit saja, mereka mampu menghasilkan proposal yang bagus dan inspiratif. Tentu ini prestasi yang membanggakan. Dibalik banyaknya berita bahwa banyak pihak yang bersedia menjual jasa pembuatan PTK, ternyata masih banyak guru yang mampu membuat PTK sendiri, walaupun baru tahap proposal.

Tentu workshop PTK yang hanya berlangsung selama kurang lebih 6 jam, belum mampu membuat peserta ahli dalam membuat PTK. Karena di perguruan tinggi saja, butuh waktu satu semester untuk menguasai mata kuliah PTK ini. Jadi memang waktu yang  sedikit ini belum memberikan banyak pengetahuan detail mengenai praktek PTK. Namun, minimal guru sudah mulai paham secara garis besar tentang PTK dan sistematika umum pembuatan PTK itu sendiri.

Untuk itu dibutuhkan usaha aktif para guru untuk bisa lebih menguasai PTK. Semisal dengan mempelajari buku-buku yang membahas tentang PTK, seperti buku karangan Dedi Dwitagama dan Om jay yang berjudul “Mengenal Penelitian Tindakan Kelas“, ataupun dengan browsing di internet tentang PTK. Patut diingat bahwa kita tidak boleh asal mencontek karya orang lain (plagiat) karena tentu saja hal tersebut tidak dibenarkan secara hukum dan moral. Apalah jadinya bangsa kita ini jika gurunya saja sudah berani mencontek hasil karya orang lain dan mengakuinya menjadi milik dia? Tentu ini bertanda bahwa pendidikan di Indonesia sangatlah buruk. Jika gurunya saja berani plagiat, bagaimana dengan anak didiknya?

Karenanya, guru benar-benar harus bisa melaksanakan PTK ini secara nyata, artinya permasalahan yang dihadapi benar-benar terjadi dalam kelasnya, dan bukan hasil dari mengcopy karya orang lain. Semoga semakin banyak guru yang melaksanakan PTK sehingga pendidikan di Indonesia akan semakin maju.

~Salam PTK~

Di akhir acara, diputarkan lagu “Kenangan Terindah”nya Samsons dengan harapan bahwa workshop ini bisa menjadi kenangan terindah bagi para guru sebagai usaha mereka belajar PTK. Selamat menikmati.