Ternyata istilah PENYAKIT, OBAT dan PASIEN tidak saja kita kenal di istilah kedokteran saja. Dalam dunia pendidikan, istilah tersebut pun dapat digunakan. Loh koq bisa? Tentu. Istilah yang umum digunakan di dunia kedokteran ini ternyata dapat dipakai pada proses Penelitian Tindakan Kelas.

Apa sih PTK itu?

Bagi orang awam, PTK mungkin sesuatu yang aneh dan tidak mudah dipahami. Namun, bagi para guru, PTK ibarat sebuah title yang menempel bersamaan dengan profesi guru yang disandang mereka. PTK atau penelitian tindakan kelas adalah suatu usaha guru untuk memperbaiki permasalahan yang terjadi di dalam kelasnya. Permasalahan yang timbul dapat berupa permasalahan akademis ataupun non akademis. Permasalahan akademis contohnya: rendahnya hasil evaluasi belajar siswa, rendahnya tingkat interaksi antara guru dan siswa, kurangnya keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Sementara permasalahan non-akademis dapat berupa kurang kondusif pengajaran karena letak sekolah yang dekat dengan kawasan industri, atau bisa juga tentang tidak lengkapnya fasilitas pembelajaran yang disediakan di sekolah, dll.

Lalu apa hubungan penyakit, obat dan pasien dalam PTK ini?

Jika membahas tentang PTK, maka kita akan mempelajari tentang proposal PTK. Jika membahas tentang proposal PTK, maka kita akan bertemu dengan yang namanya JUDUL PTK. Dalam penelitian tindakan kelas, kita mengenal istilah variabel Y dan X dalam judul yang kita tuliskan. Variabel Y adalah masalah yang ingin kita teliti, sementara variabel X adalah cara yang digunakan untuk meneliti masalah tersebut.

Nah, untuk mempermudah mengingat istilah tersebut dan memudahkan guru untuk membuat judul PTK, Pak Dedi dan Om Jay ( dua orang pakar penulisan PTK ) menganalogikan istilah PENYAKIT sebagai pengganti variabel Y dan OBAT sebagai pengganti istilah variabel X. Dalam setiap penelitian PTK, harus selalu ada penyakit yang didiagnosa dan obat apa yang kemungkinan cocok untuk mengobati penyakit tersebut. Dengan kata lain, dalam penulisan judul PTK itu sendiri harus ada masalah yang didiagnosa dan cara atau metode atau strategi apa yang akan kita terapkan untuk memperbaiki permasalahan tersebut.

Istilah PASIEN saya tambahkan karena dalam setiap PTK harus ada subjek atau siapa yang akan kita teliti. Dalam hal ini, jika ada PENYAKIT dan OBAT, kita pun harus tahu, siapa PASIEN yang mengidap PENYAKIT tersebut.

Kita ambil contoh satu judul PTK:

Pemanfaatan media film bisu (muted film) dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan naratif dalam pembelajaran Bahasa Inggris siswa kelas X A semester gasal SMA… tahun pelajaran 2011/2012.

Maka yang dimaksud dengan PENYAKIT di sini adalah: Rendahnya kemampuan menulis karangan naratif dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Sedangkan OBATnya adalah: Pemanfaatan film bisu (muted film) sebagai media pembelajaran.

Dan PASIENnya yaitu: Siswa Kelas X A TP 2011/2012

Perlu diperhatikan bahwa penempatan antara PENYAKIT dan OBAT bisa saling berpindah. Contoh di atas menjadi:

Upaya meningkatkan kemampuan menulis karangan naratif dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan pemanfaatan media film bisu (muted film) pada siswa kelas X A semester gasal SMA … tahun pelajaran 2011/2012.

Dengan penganalogian ini, diharapkan guru lebih mudah memahami PTK, khususnya dalam merangkai judul PTK itu sendiri. Jika guru sudah mampu menuliskan judul dengan benar, maka penulisan PTK pun akan semakin baik.

~Salam PTK~