source: lifestyle.kompasiana.com

Kompasiana benar-benar wadah kreatifitas. Siapapun bisa menuliskan ide dan pemikirannya di sini. Dari pengangguran sampai profesor. Dari yang masih sekolah sampai yang sudah bau tanah. Dari yang ga sibuk sampai yang super sibuk dan harus curi-curi waktu menulis.

Apapun bisa dituliskan di sini. Dari berita regional sampai berita luar negeri. Dari hobi hingga catatan harian. Dari bahasa hingga politik. Dari puisi hingga roman picisan. Semuanya, ada disini.

Kapanpun, Anda bisa menulis di sini. Dua puluh empat jam sehari. Dari dini hari hingga larut malam. Tujuh hari seminggu. Dari senin hingga ketemu senin lagi. Tiga puluh hari sebulan. Dari awal hingga akhir bulan.

Dimanapun, Anda dapat mengepostkan tulisan anda. Dari kamar ukuran 3 x 4 meter hingga ruang kerja yang penuh sesak dengan furnitur dan buku. Dari tempat makan, hingga bahkan di WC umum. Tak ada batasan, tak ada ukuran.

Bagaimanapun isi tulisannya anda, akan selalu ada yang membaca dan mengapresiasikan tulisan kita, walaupun mungkin hanya oleh admin! Terima kasih untuk para admin yang bersedia membaca setiap tulisan yang muncul. Sudah tak terhingga jumlah tulisan yang masuk dan tertampung di kompasiana.

Segitu kreatifitasnya kompasiana, bercinta pun bisa dilakukan di kompasiana. Dari cinta berpasangan, cinta threesome, hingga cinta rame-rame. Dari cinta lawan jenis hingga cinta sesama jenis. Dari cinta satu usia hingga cinta beda usia.

Ya, bercinta di Kolaborasi Cinta Valentine. Itulah awal muasal cerita cinta berbagai rasa itu terjadi. Tak pernah terbayangkan sebelumnya menulis dengan ide banyak kepala. Tapi, tidaklah kita tahu bagaimana rasa dan hasilnya jika kita tidak mencoba bukan? Akhirnya dengan tekad bulat dan niat mau belajar mengembangkan tulisan, para kompasianer pun bergabung di Kolaborasi Cinta Valentine. Termasuk saya.

Dengan memilih dua pasangan selingkuhan, aku pun mulai bercinta. Dimulai dari saling sahut di kolom “shout”, dilanjutkan ke ruang yang lebih private yaitu ruang message. Disanalah cinta itu mengalir. Menurut pasangan-pasangan saya, karena saya seorang perempuan, diberikanlah  hak bercinta pertama kepada saya. Awalnya saya ragu. Bisakah saya mengawali kisah cinta saya? Mampukah cinta saya membawa pasangan saya merespon setiap rangkaian cinta yang saya persembahkan? Kakukah saya? Ataukah cinta saya bertepuk sebelah tangan?

Ternyata kekhawatiran itu sirna tak berbekas. Setelah cinta kuutarakan, ternyata respon kedua pasangan saya sangat bagus. Saking bagusnya, hampir saya tak percaya bahwa cinta ku berbalas dengan indah. Bahkan saking indahnya, sepertinya cinta saya dengan salah satu pasangan saya tidak bisa dihentikan. Kami masih ingin merajut cinta kami. Cinta suci yang akan kami bawa hingga kebahagiaan yang hakiki.

Maafkan kami admin cinta fiksi. Karena batas 1500 kata bukan saja kami penuhi. Tapi justru membelenggu cinta kami yang baru saja dimulai. Kami tidak akan berhenti. Maka ijinkan kami untuk tetap melanjutkan cinta ini. Cinta yang akan membawa anda larut akan kebahagiaan dan terharu akan kesuciannya.

Salam KCV buat para fiksianer sejati!😀