source: vector-logos.com

Ada-ada saja kelakuan para wakil rakyat kita ini. Belumlah tuntas perbincangan masyarakat mengenai renovasi gedung DPR yang memakan biaya milyaran rupiah, kini giliran DPRD Banten yang berulah. Diberitakan bahwa pihak DPRD Banten menyediakan sarana karaoke di salah satu ruang pertemuannya. Lengkap dengan TV plasma sekitar 29 inch, sampai ke mikrofon yang terpajang dengan anggun di singgasananya. Wah wah wah, mau karaoke saja, pakai uang rakyat? Malu dong pak sama penghasilan? Masak mau karaoke saja dibayarin sama rakyat? Mau disimpan dimana mukanya pak?

Sungguh membuat rakyat geleng-geleng kepala. Entah apa yang ada di benak dan otak para wakil rakyat daerah itu. Sementara sebagian warganya kesulitan karena ambruknya salah satu jembatan yang mengganggu kehidupan mereka, para wakil rakyat malah asyik bernyanyi ria. Di ruang pertemuan pula, yang notabene adalah ruang untuk membahas masalah penting dan urgent bagi kebaikan rakyat banyak.

Betapa tidak etisnya wakil rakyat kita. Mereka memilih memuaskan kesenangan diri mereka dibandingkan memikirkan masalah rakyat? Dengan alasan apapun, entah wakil rakyat butuh hiburan atau entah apa namanya, sarana berbau hiburan itu tidak sepantasnya dan sepatutnya disediakan. DPRD adalah wadah untuk mengatur jalannya pemerintahan. DPRD adalah tempatnya wakil rakyat bekerja dan mengemban tugas mulia. Lalu, apa jadinya jika mereka terbuai dengan fasilitas karaoke yang wah itu. Bukankah dengan adanya karaoke itu, kesempatan mereka untuk bersenang-senang semakin besar? Jika waktu istirahat yang umumnya dari pukul 12.00 hingga 13.00 dimanfaatkan untuk sholat (bagi yang muslim) dan makan siang, lalu kapankan mereka berkaraoke? Apakah memakai jam kerja? Kalau begini, bukankah akhirnya mereka telah melanggar kedisplinan kerja?

Tindakan pimpinan DPRD sangatlah tepat ketika akhirnya beliau menginstruksikan pembatalan dan penarikan sarana karaoke tersebut. Selain tidak etis, keberadaan karaoke tersebut tentunya mengundang banyak tanya dan keluhan dari warga masyarakat. Tambahan lagi, tentunya sarana tersebut sedikit banyak akan mengganggu kinerja para pegawai DPRD yang bisa saja tergoda dengan kelengkapan sarana karaoke tersebut.

Kalau mau karaoke, jangan yang gratisan dong, Pak Dewan! Malu! Kalau belum mampu beli sendiri untuk pribadi di rumah, kan bisa pergi ke tempat-tempat karaoke keluarga yang banyak tersedia dimana-mana. Saya rasa tidak akan menghabiskan gaji anda sebulan! Daripada karaoke pake uang rakyat? APA KATA DUNIA?