Sejak bulan Oktober tahun lalu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai mengirimkan siswa-siswi mereka ke perusahaan-perusahaan mitra masing-masing sekolah atau yang lebih dikenal dengan nama PRAKERIN (Praktek Kerja Industri). Prakerin merupakan program wajib SMK yang memang lebih berorientasi pada dunia kerja. Bertujuan untuk mengenalkan siswa pada dunia kerja, program ini menjadi unggulan di masing-masing SMK.

Namun, di perjalanannya, prakerin tidak semulus dan semudah pencanangannya. Ada banyak hal yang kadang membuat prakerin tidak berjalan mulus. Diantara permasalahan yang muncul adalah:

    1. Sulitnya menyalurkan siswa dalam satu waktu secara bersamaan. Sehingga ada sebagian siswa yang mulai lebih awal dari siswa lain. Bahkan bisa terjadi sementara beberapa siswa sudah selesai prakerin, siswa yang lain masih harus menunggu kesempatan tersebut.
    2. Terkadang sulit untuk mendapat tempat prakerin yang benar-benar sesuai dengan keahlian siswa di sekolah. Sehingga siswa ditempatkan di unit-unit yang memang membutuhkan tenaga mereka, apapun bentuk kerjaannya.
    3. Kurangnya jalinan kemitraan yang dilakukan secara kontinyu. Artinya, pihak sekolah tidak menjalin kerja sama yang sangat erat kepada mitra perusahaan, sehingga terkadang sekolah harus mencarikanperusahaan-perusahaan baru bagi siswa-siswa mereka.

Menilik ke hambatan-hambatan di atas, ada beberapa usulan yang saya rasa bisa diterapkan untuk meningkatkan kinerja program prakerin siswa di SMK.

    • Ada baiknya program prakerin ini diajukan jauh lebih awal. Kita harus sudah bisa melobi pihak perusahaan dan menyerahkan proposal permohonan kerja sama prakerin secara serentak. Tak ada salahnya kita mencoba menawarkan permohonan yang sama pada setiap perusahaan, terutama masalah waktu prakerin. Usahakan ajukan tanggal mulai prakerin yang sama ke setiap mitra perusahaan sekolah. Mungkin jika kita mengajukan permohonannya jauh-jauh hari, kemungkinan kesamaan waktu prakerin akan bisa terwujud.
    • Penyusunan penempatan siswa disesuaikan dengan keahlian mereka. Pilihkan perusahaan-perusahaan bagi siswa sesuai dengan karakter masing-masing perusahaan tersebut. Jika, kemungkinan terburuk terjadi, yaitu siswa bekerja tidak pada bidang keahliannya, maka kita harus memberikan penjelasan dan motivasi yang tepat kepada siswa bahwa terkadang dunia kerja jauh berbeda dengan dunia sekolah. Apa yang kita dapatkan di sekolah belum tentu akan kita terapkan 100% di dunia kerja. Maka mereka harus bisa menerima dan mengerjakan tugas prakerin mereka sesuai dengan kebijakan perusahaan.
    • Jalin hubungan baik dengan perusahaan. Perpanjang silaturahim baik melalui pertemuan-petemuan langsung dengan pihak perusahaan ataupun kontak melalui jaringan komunikasi yang tersedia, semisal telepon, HP, atau email. Dengan begitu diharapkan tali silaturahim tidak terputus dan ke depannya akan lebih mudah bagi kita untuk menjalin kerja sama lanjutan.

Agar prakerin tidak sia-sia, tentunya pihak sekolah harus mampu mencari cara terbaik bagi para siswa agar penempatan mereka tidak tertunda atau terlunta-lunta tidak jelas akan kemana. Pihak sekolah pun harus selalu memberikan motivasi bagi siswa yang merasakan keahliannya di sekolah tidak terakomodir dengan baik di perusahaan. Komunikasikan setiap permasalahan yang muncul dari pihak perusahaan sehingga tidak ada preseden buruk bagi sekolah kita dan berharap di tahun-tahun ke depan, kerja sama akan terjalin semakin erat.