Membaca tulisan di kompasiana tentang “jika anak bisa memilih orang tua”, saya kembali berpikir dan merenung. Sudahkah saya menjadi orang tua yang pantas bagi putra saya atau guru yang cakap bagi siswa-siswa saya? Apakah saya sudah sering menggali ilmu bagaimana menjadi orang tua atau guru yang baik? Seberapa seringkah saya mengikuti seminar atau pelatihan, baik parenting maupun kependidikan? Jawabannya? Tahun lalu saja saya hanya mengikuti sekitar 5 kali!

Sangat jarangkah seminar atau training tentang parenting dan kependidikan yang diadakan? Tidak. Banyak koq penyelenggara yang mengadakan seminar-seminar semacam itu. Mahalkah biayanya? Tidak juga. Harga yang ditawarkan masih cukup terjangkau jika kita memang mengedepankan belajar. Well, tidak ada ilmu yang murah bukan? Lalu apa yang menjadi penyebab sangat jarangnya saya, atau mungkin para orang tua/guru lainnya, mengikuti seminar atau pelatihan parenting daan kependidikan?

Saya rasa jawabannya adalah WAKTU. Timing yang kurang tepat. Ketika kita browsing di internet, banyak sekali seminar atau training yang diadakan di jam kerja, Senin hingga Sabtu. Atau, contoh terdekat saja. Hampir setiap hari saya dikirimi pesan singkat oleh pihak penyelenggara salah satu training tentang “classroom strategies”. Sangat menarik tentu saja, tapi sangat disayangkan, karena segencar apapun mereka mengabarkan ke saya, jawabannya adalah tidak bisa. Karena saya mengajar hingga hari Sabtu. Sementara acara tersebut diadakan di hari sabtu.

Kenapa saya tidak mementingkan seminar atau training tersebut? Tentu saja alasannya adalah tanggung jawab moral dan loyalitas. Ketika kita sudah masuk dalam suatu instansi atau sekolah, maka secara tidak langsung, kita harus mematuhi segala peraturan yang mengikat. Walaupun mungkin ada peraturan yang mengekang atau mengebiri sepak terjang kita dalam mengembangkan diri, tapi suka tidak suka, mau tidak mau, kita haruslah mematuhinya. Ada tanggung jawab moral terhadap siswa-siswi yang kita ajarkan. Kita tidak bisa begitu saja meninggalkan mereka yang memang sudah menjadi bagian dari tugas kita sebagai pendidik.

Menilik permasalahan di atas, ada beberapa saran yang ingin saya sampaikan di sini.

Bagi pihak penyelenggara seminar atau training:

Alangkah bagusnya jika Anda bisa mengakomodir kegiatan seminar atau training bagi guru-guru atau orang tua yang bekerja senin-sabtu. Dengan kata lain, jadikan hari MINGGU menjadi pilihan untuk mengagendakan acara seminar/training tersebut. Dengan begini, mungkin kesempatan mengikuti seminar atau training akan semakin terbuka luas.

Bagi pihak instansi atau sekolah:

Cobalah memberikan kelonggaran sedikit bagi para karyawan atau guru-guru Anda. Minimal pihak instansi atau sekolah menyediakan karyawan atau guru pengganti yang bisa dipekerjakan untuk waktu-waktu tertentu sehingga mereka dapat tetap mengikuti seminar/training untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang labih baik lagi, entah sebagai orang tua ataupun sebagai guru/pendidik.

Dengan kerendahan hati, dan niat untuk meningkatkan kualitas personel atau karyawan ataupun guru mereka, instansi atau sekolah diharapkan mampu memberikan kebijakan yang terbaik bagi semua pihak. Tidak ada kerugian yang ditimbulkan dari hasil mengikuti seminar atau training. Yang ada adalah kualitas diri yang Insya Allah menjadi lebih baik ke depannya.