Pagi ini aku mendapat notification dari facebook ku. Satu kawan kampusku mentag namaku di postingan videonya yang ternyata lagu hymne Universitas Indonesia.Dengan segera aku pun membukanya dan muncullah tayangan video berdurasi 1 menit saja. Tak terasa, hatiku bergetar dan merinding mendengarnya. Rinduku akan masa-masa indah di kampus terasa membuncah.

Menonton tayangan itu, membawa ku kembali di tahun 1995. Tahun pertamaku memasuki kampus megah yang tak pernah sebelumnya terbayangkan aku mampu menginjakkan kaki di sana. Terdengar bagaimana sulitnya bisa belajar di sana. Aku tak henti bersyukur atas kesempatan berharga yang aku dapatkan, berkuliah di kampus yang katanya favorit. Tapi memang sampai sekarang UI masih menjadi incaran lulusan sekolah-sekolah menengah atas.Apakah masih menjadi favorit sampai sekarang? Sepertinya begitu.

Sebagai mahasiwa baru, alias maba, kami diwajibkan untuk mengikuti paduan suara. Paduan suara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, bukan pilihan, tapi kewajiban! Tak peduli suara fals atau sumbang, asal bisa mengeluarkan suara dan memiliki nada minimal, jadilah kami saling dukung untuk bisa menyanyi sebaik mungkin. Dengan bimbingan seorang maestro musik di kampus kami, Pak DIBYO (we miss you, pak!), jadilah kami paduan suara dadakan yang dilatih beberapa minggu saja untuk bisa mengiringi kakak-kakak kelas kami yang akan diwisuda.

Dengan jumlah maba yang ribuan, kami dibagi menjadi 4 kelompok suara besar. Putra dengan bass dan baritonnya, putri dengan alto dan soprannya. Aku memilih di alto sepertinya. Maklumlah, sadar diri kalau suara pas-pasan!🙂 Hebatnya Pak Dibyo, dengan ribuan siswa dan karakter suara yang campur aduk, namun dia mampu membimbing kita menyanyikan lagu-lagu wajib yang harus kami nyanyikan di Balairung UI, yang merupakan pusat wisuda kampus kami.

Lagu-lagu yang aku ingat adalah Hymne Universitas Indonesia, Genderang UI, Gaudeamus Igitur, Doa dan Restumu, Keroncong Kemayoran. Wah, kalau ingat masa-masa itu, rasa bangga dan terharu berbaur jadi satu! Bangga karena kami bisa mempersembahkan lagu untuk mengiringi wisudawan/wisudawati, terharu karena kami bisa berada di kampus bersama teman-teman baru kami dan ikut membayangkan bagaimana nanti jika kita lulus seperti mereka.

Kenapa tiba-tiba kawanku memposting video tersebut? Ya, ternyata hari ini adalah hari bersejarah bagi kampus kami tercinta, Universitas Indonesia. Hari jadinya yang ke-62. Tak terasa, usiamu semakin renta, namun aku berharap ide-ide dan karyamu tidak menjadi renta, duhai kampus tercintaku.

Doaku padamu, duhai kampus tercinta, semoga engkau mampu menjadi wadah yang sehat bagi para mahasiswa untuk menuntut ilmu, mengembangkan diri, belajar berorganisasi, belajar mengembangkan jati diri. Semoga engkau mampu memberikan bekal yang benar-benar bermanfaat bagi umat. Semoga engkau menjadi pusat ilmu yang tidak picik dan mahal, yang mampu mengakomodir semua kalangan mahasiswa dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, agama, budaya dan keahlian. Semoga engkau mampu melahirkan dan menelurkan ilmuwan-ilmuwan yang cendekia dan bersahaja. Semoga…..

DIRGAHAYU duhai UI ku TERCINTA…:)

Aku merindukanmu, sungguh.