Dalam setiap organisasi atau perusahaan, tokoh pemimpin menjadi tokoh sentral. Karena pemimpinlah yang mampu menggerakkan dan membawa organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pemimpin harus mampu memberikan kenyamanan bagi bawahannya dan memberikan contoh yang baik bagi semua orang.

Namun, menjadi seorang pimpinan tentunya tidak mudah. Kadang akan ditemukan tipe-tipe pemimpin yang notabene tidak disukai oleh bawahannya. Saya coba merangkumnya menjadi tiga tipe pemimpin yang kurang mendapat hati di lingkungan kepemimpinannya.

 

source: nilna.wordpress.com
source: nilna.wordpress.com

Pemimpin pertama

Pimpinan ini bersifat agamis, namun “negotiable“. Artinya pemimpin ini memberikan banyak kesempatan untuk bawahannya menego setiap keputusan yang akan diluncurkan. Sehingga terkadang, beliau mudah disetir oleh bawahannya. Tak ayal lagi, keputusan menjadi suatu yang butuh waktu lama untuk ditetapkan mengingat terlalu banyak negosiasi yang dilontarkan.

Pemimpin kedua

Tipe pemimpin yang satu ini adalah “aku adalah benar“. Pimpinan yang ini akan selalu menganggap dirinya lah yang paling benar. Apapun masukan dari bawahan akan sekuat tenaga dia bantah. Dia akan berusaha dengan berbagai cara agar bawahannya mengikuti keputusannya. Pendapat yang diminta seolah-olah hanya formalitas saja. Ujung-ujungnya keputusan itu akan dia tetapkan sendiri.

Pemimpin ketiga

Yang ini beda lagi. Pimpinan yang ketiga ini lebih dikenal dengan “pemimpin ambekan“. Bagaimana tidak, setiap ada satu permasalahan yang muncul, maka dia akan cukup mengatakan “kalau tidak bisa, tidak usah saja ada program ini!” atau di lain waktu “kalau tidak ada yang mau, batalkan saja acaranya!” Dan sederet kalimat-kalimat yang sama akan dilontarkan sehingga bawahannya pun akan jleb, diam seribu bahasa. Mau tidak mau akhirnya bawahan ikut aja. Jika ketemu masalah lagi, solusi harus dicari sendiri.

Entah tipe mana yang pernah Anda temui atau alami sendiri. Yang pasti ketiganya menurut saya belum mencerminkan tipe pemimpin ideal yang ada di otak saya.