Seorang kawan baru saja memberikan kabar bahwa dia masih di kampus sekolah kami. Katanya menemani anak-anak yang rumahnya di Cikarang karena mereka belum pulang. Sempat terkejut juga mendengarnya. Ternyata demo yang membuat tol cikampek lumpuh dan macet di sepanjang jalan bekasi-cikarang telah membuat banyak pihak terzalimi.

Bayangkan saja, anak-anak kami yang masih duduk di SD, SMP dan SMA harus bertahan di sekolah hingga malam. Menurut kabar dari rekan saya, jam 20.00 ini anak-anak yang pulang ke arah cikarang tersebut baru bergerak. Bagaimana dengan kondisi mereka yang sudah lelah belajar seharian? Bagaimana dengan kebersihan badan mereka? Bagaimana dengan makan malam mereka? Siapa yang harus bertanggung jawab atas kerugian materil dan immateril akibat dari demo yang entah sampai kapan berakhir?

Demo buruh ini membawa dampak ke berbagai kalangan masyarakat, tidak hanya berimbas langsung pada perusahaan dan karyawan itu sendiri, tapi juga pada seluruh masyarakat yang berada di sekitar wilayah demo tersebut. Jika imbasnya sampai dirasakan para pelajar, saya pikir para pendemo harus mulai mempertimbangkan kembali aksi mereka. Aksi ini sudah tidak lagi sehat. Entah apa lagi yang dicari jika kerugian yang diakibatkan dari demo ini lebih besar dibandingkan keuntungannya.

Jika anak-anak kita sudah terkena dampak langsung dari aksi demo buruh, bagaimana dengan pihak lain? Tentu hal ini bisa mematikan perekonomian bangsa Indonesia.

Segeralah cari jalan keluar untuk masalah ini, wahai para buruh dan pengusaha. Jangan sampai banyak korban yang dirugikan karena keegoisan masing-masing pihak.