sources: detiknews.com

Hujan deras dan angin kencang sepertinya belum akan menunjukkan tanda-tanda berakhir. Menurut laporan BMKG, cuaca yang ekstrim ini akan masih berlanjut hingga sekitar akhir bulan januari.

Saya hampir tidak terlalu merasakan cuaca ekstrim saat saya di luar ruangan. Kebetulan, jarak antara tempat tinggal dan kantor saya hanya berjarak sekitar 5 menit berjalan kaki. Jadi otomatis, keseharian saya lebih banyak dihabiskan di dalam ruangan. Ketika rekan-rekan saya bercerita bahwa di tempat ini banjir, di sana ada pohon tumbang, macet hingga kendaraan tak bergerak, kehujanan di tengah perjalanan, saya hampir tidak punya cerita akan hal itu. Untung buat saya tentunya.

Hingga pagi tadi. Saya harus membawa putra saya berobat ke rumah sakit. Ketika hendak pulang, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya yang disertai dengan angin kencang. Saya pun berteduh kembali menunggu hujan reda. Tak berapa lama, hujan langsung berhenti. Matahari pun muncul dengan gagahnya. Saya pikir koq aneh ya? Baru saja hujan deras, tiba-tiba matahari sudah muncul dan hujan benar-benar reda.  Tidak lama kemudian, hujan kembali turun, sederas yang pertama tadi. Saya kembali mengurungkan niat untuk pulang.

Barulah ketika hujan reda cukup lama, saya mencari ojek. Baru saja berjalan kurang lebih 1 km, hujan seakan-akan ditumpahkan lagi. Kontan saya pun langsung memakai jas hujan yang memang disediakan oleh si tukang ojek. Hingga sampai rumah, hujan mulai mereda. Begitu seterusnya.

Ternyata inilah yang mungkin dinyatakan ekstrim oleh pihak BMKG. Hujan tiba-tiba dan reda pun tiba-tiba. Dengan hembusan angin yang sangat kencang hingga banyak menumbangkan pepohonan dan tiang-tiang antena TV. Hampir di setiap rumah, angin mengganggu kondisi antena, hingga saluran TV pun banyak yang terganggu. Dari warnanya yang hilang, gambar yang selalu goyang, hingga suara-suara bising yang sangat mengganggu tayangan TV.

Hujan badai ini pun tidak saja terjadi di Indonesia. Australia pun mengalami hal serupa. Terjadi banjir bandang di wilayah Quennsland, New South Wales. Hal ini ternyata pengaruh dari badai tropis yang terjadi di samudra pasifik atau yang lebih dikenal dengan fenomena La Nina yang muncul karena suhu air laut di Pasifik bagian Timur lebih dingin dari biasa. Ketika La Nina muncul, bagian sebelah barat pasifik mengalami peningkatan curah hujan sementara bagian sebelah timur pasifik mengalami pengurangan curah hujan. (sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2010/10/101010_laninastory.shtml )

Tentunya kita harus benar-benar waspada akan bahaya yang ditimbulkan dari cuaca ekstrim ini. Hindari berada di luar ruangan ketika hujan angin menerjang. Atau setidaknya, kita lebih baik berteduh sebelum melanjutkan perjalanan. Kesehatan dan keselamatan kita pastinya hal yang sangat penting bagi kita dan keluarga kita yang menanti di rumah.