sumber: bestlagu.com

Setelah sekian lama menanti, akhirnya kata maaf itu dituliskan oleh saudari Afriani, sang tersangka kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang pejalan kaki di tugu tani, minggu lalu. Walaupun mungkin sangat terlambat tertulis, tapi tak apalah. Yang pasti ada niat baik dia untuk meminta maaf. Saya pribadi berharap saudari AS bisa meminta maaf secara langsung terujar dari mulutnya. Karena awalnya saya mempertanyakan benarkah surat itu adalah tulisannya sendiri atau ada orang lain yang menuliskan atas namanya. Namu, ketika diberitakan bahwa ada tanda tangan bermaterai, barulah saya lumayan mempercayakan bahwa surat itu memang dituliskan olehnya.

Di suratnya tersebut, saudari AS mengucapkan kata maaf sejumlah 19 kali. Maaf yang ditujukan pada keluarga korban terutama, maaf yang ditujukan kepada ibunda tercinta, satu-satunya orang tuanya yang masih hidup, dan maaf serta mohon ampunan pada Allah SWT atas segala kesalahannya.

Dengan itikad baiknya, saya yakin masyarakat pun akan bisa menghargai dan dengan sendirinya hujatan pada dirinya pun akan mulai terhenti. Minimal, secara psikis, AS sudah tergerak hatinya untuk meminta maaf. Walaupun kita tidak tahu apakah hal itu terdorong dari banyaknya hujatan yang dilayanagkan padanya atau karena hal yang lain. Wallahu alam bishawab.

Masyarakat tinggal menunggu proses hukum yang akan dijalani AS. Menurut berita, AS akan dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 310 tentang kelalaian yang maksimal hukumannya adalah 6 tahun penjara dan psal 112 tentang penggunaan narkoba dengan hukuman penjara 1 tahun. Namun, ada kemungkinan, pasal yang menjerat AS akan berkembang menjadi pasal 388 tentang pembunuhan seperti yang pernah diterapkan pada supir metromini yang karena kelalaiannya, ia mecelakai lebih dari 30 penumpang bisnya. Hukuman maksimal untuk pasal ini adalah 15 tahun penjara.

Kita tunggu saja bagaimana proses hukum yang akan dijalani oleh AS. Untuk saat ini, saya pikir hujatan masyarakat telah membuka hati nurani AS untuk akhirnya meminta maaf. Semoga AS menyadari kesalahan dan kelalaiannya dan mau benar-benar memperbaiki dirinya dengan menjalani hidup yang lebih baik ke depannya. Dan semoga, keluarga korban mampu memberikan maaf yang ikhlas meskipun kata maaf itu sendiri tidak mampu mengembalikan jasad para korban.