Anda tentunya sering menjumpai kamus-kamus bahasa Inggris yang di jual di toko-toko buku. Dengan label jumlah kata yang dicakup oleh kamus tersebut, si penulis berusaha untuk menjaring pangsa pasar anak-anak sekolah tentunya dan orang tua mereka. Ada yang kamus 500.000 kata, kamus dengan 1 juta kata, hingga kamus 1 milyar kata. Semuanyaa disajikan dengan sangat apa adanya.

Namun, ada keprihatinan di diri saya melihat kamus-kamus tersebut. Jika anda membuka dan menelusuri isi kamus-kamus tersebut, maka akan banyak dijumpai kesalahan-kesalahan yang mungkin bagi orang awam tidak akan disadari. Justru karena orang awam itulah, mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka baca itu salah. Sehingga akan banyak kemungkinan bahwa kita telah menyesatkan banyak orang dengan mengeluarkan kamus-kamus yang tidak benar isinya.

Kekurangan kamus-kamus berlabel itu adalah:

1. Arti kata hanya diberikan satu saja, padahal dalam terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kadang arti kata bisa lebih dari satu kata. Sehingga diksi atau pilihan kata yang diketahui hanya sebatas yang dituliskan. Sementara jika kita ketemu kata yang sama dalam konteks yang berbeda, arti kata yang dituliskan di kamus kurang tepat untuk digunakan.

2. Kadang sering terdapat kesalahan ketik. Jika ini terjadi, maka pembaca sudah dijejali kata-kata yang salah.

3. Pelafalan yang kadang dicantumkan setelah kata bahasa Inggris tersebut bisa dikatakan jauh dari kata sempurna. Kadang ditemukan kata “flood” yang seharusnya dilafalkan “flad” menjadi “flud”. Tentu saja hal ini menyesatkan bagi para siswa pengguna kamus-kamus tersebut.

Menilik ke kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada kamus-kamus berlabel tersebut, saya rasa peredarannya harus ditarik dari masyarakat. Karena selain merugikan bagi para pembelinya, tentunya pembelajaran bahasa Inggris menjadi kacau dikarenakan salah pelafalan atau salah pilihan katanya.

Untuk itu, disarankan bagi para pengguna kamus, agar memilih kamus yang asli terbitan luar negeri, semisal Oxford Dictionary, Longman Dictionary, atau Webster Dictionary. Selain sudah dijamin ketepatannya, kita pun diajarkan pelafalan kata yang benar pula. Atau jika belum bisa menggunakan kamus English-English tersebut, kamus standar minimal yang wajib dimiliki adalah kamus Inggris-Indonesia karangan John Echols dan Hasan Sadely. Itu sudah yang paling standar. Di bawah kamus itu? Tidak ada lagi yang layak.

Bagi para mahasiswa, menurut saya sudah sepantasnya menggunakan English-English dictionary yang akan lebih membantu mereka belajar bahasa Inggris. Untuk para pelajar SD, SMP, SMA, janganlah tergiur dengan kamus-kamus berlabel yang mungkin lebih murah atau lebih mudah dibawa-bawa. Karena isi kamus-kamus tersebut lebih banyak yang menyesatkan dibandingkan yang benarnya.

So, be wise in choosing your dictionary…


Advertisements