aku berpikir maka aku ada – Descartes

Saat itu pemikiran Descartes sangat terkenal. Aku berpikir maka aku ada. Jika Anda hanya diam, apa pengaruh Anda di dunia?

Saya rasa pernyataan itu sudah tidak lagi pas untuk jaman sekarang. Dengan teknologi yang semakin canggih dan jaringan internet yang semakin luas di seluruh dunia, berpikir saja tidaklah cukup! Kita harus berbuat sesuatu, menghasilkan sesuatu dan menuliskan sesuatu.

Tengoklah bagaimana jejaring sosial facebook atau twitter telah menjadi bagian kehidupan manusia jaman sekarang. Dengan akses mudah melalui telepon genggam, maka dunia pun ada dalam genggaman tangan kita. Sekali klik, ide dan pikiran kita dapat diakses oleh banyak manusia di dunia. Orang seolah berlomba menuliskan status dan tweet mereka. Tiada hari terlewat tanpa menuliskan satu dua patah kata yang mampir di otak kita. Bahkan dalam salah satu iklannya, satu provider mengilustrasikan dengan sangat sederhana namun mengena bagaimana seorang gadis desa dapat tenar dan memiliki banyak teman hanya melalui jejaring sosial tersebut.

Istilah orang bilang nih “ga punya facebook? ga gaul!” atau “ga ada twitter? ke laut aja lah!” Hal ini seolah-olah menambahkan satu keyakinan masyarakat bahwa hidup saat ini adalah hidup dengan dunia maya. Hidup dengan menuliskan apa yang ada di hati dan pikiran kita hingga banyak orang akan tahu sedikit banyak tentang kita.

Sekarang adalah jamannya orang menulis. Walaupun tulisan kita hanya dibatasi oleh 140 karakter saja, tapi hal itu mampu membawa perubahan bagi banyak orang, mampu mempengaruhi isi kepala manusia lainnya, bahkan mampu memicu konflik yang sangat cepat (yang ini tidak perlu ditiru teman-teman, untuk itu tuliskan hal-hal yang positif dan membangun saja)! Bandingkan dengan masa sebelum internet berkembang! Mungkin hanya segelintir orang saja yang mampu mengungkapkan isi hati dan pikirannya melalui tulisan. Tulisan pun hanya terbatas jika kita mampu dan mau membuat sebuah buku. Bukan hal yang mudah untuk membuat sebuah buku yang akhirnya bisa dibaca dan dinikmati oleh banyak orang.

Dengan semakin banyak orang menulis, maka akan semakin banyak ide dan cerita kita dibaca dan diakses oleh orang lain. Dengan menulis, maka eksistensi diri kita akan semakin diakui. Dengan menulis, otak akan selalu bekerja dengan maksimal. Dengan menulis, hati dan pikiran akan semakin sehat. Dengan menulis, maka aku menjadi eksis.

Jika pada masa Descartes cukup dengan “aku berpikir maka aku ada“, maka abad 21 harus berkembang menjadi “aku menulis maka aku ada“.

Salam Blogger!